WEBTORIAL

Dirjen Pendis Kemenag Kukuhkan 12 Guru Besar UIN Bukittinggi dan Luncurkan Buku Dialektika Keilmuan

3
×

Dirjen Pendis Kemenag Kukuhkan 12 Guru Besar UIN Bukittinggi dan Luncurkan Buku Dialektika Keilmuan

Sebarkan artikel ini
Dirjen Pendis Kemenag RI bersama dua belas guru besar UIN Bukittinggi usai pengukuhan di Gedung Student Center Kampus II Kubang Putiah, Rabu (23/7). YURSIL

Menurut Rektor, guru besar merupakan karir tertinggi bagi seorang dosen. Sebab, seorang guru besar harus mampu menunjukkan kepakarannya. Kehadiran pakar sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan tridharma perguruan tinggi.

Setiap dosen berpotensi menjadi guru besar namun harus memenuhi syarat yang telah ditentukan, seperti menulis artikel berkaitan dengan kepakarannya di jurnal internasional bereputasi dan diakui. ”Salah satu syarat utama adalah menulis artikel terkait kepakarannya yang dimuat di jurnal internasional bereputasi dan diakui di samping memenuhi syarat lain,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Tinjau Jalur Alternatif untuk Antisipasi Kemacetan Lebaran

Plt. Kepala Balitbang Sumbar, Youlius Honesty mengatakan pengukuhan dua belas guru besar berarti UIN Bukittinggi telah mampu menciptakan SDM unggul. Sehingga akan memperkuat posisi UIN Bukittinggi sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka.

”Pengukuhan ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi kerja dan kontribusi nyata guru besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan membimbing mahasiswa. Guru besar adalah amanah yang besar dan menuntut tanggung jawab dalam menjaga integritas keilmuan,” katanya.

Ia berharap guru besar menjadi motor penggerak riset dan inovasi dalam penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah dan akan membantu menemukan solusi atas berbagai permasalahan di Sumbar.

Baca Juga  Al Ghazi Tour dan Travel Buka Kantor Cabang di Bukittinggi

Guru besar hendaknya mampu mencetak generasi emas sebagai tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai nilai luhur, etika akademik, dan semangat pengabdian kepada para mahasiswa.