UTAMA

Titik Kemacetan Kian Menggila, Dishub Sumbar Dorong Solusi Terpadu Lintas Sektor

0
×

Titik Kemacetan Kian Menggila, Dishub Sumbar Dorong Solusi Terpadu Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Kemacetan

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat (Dishub Sumbar) terus mengupayakan penuntasan berbagai titik kemacetan di ruas jalan strategis yang kian mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani melalui Kabid Angkutan Jalan, Perkeretaapian dan Pengembangan Transportasi Momon menegaskan, bahwa persoalan kemacetan atau cross cutting perlu ditangani secara terpadu dan lintas sektoral, karena kompleksitas penyebabnya.

“Penanganan kemacetan ini sudah masuk dalam indikator kinerja utama (IKU) RPJMD, khususnya terkait waktu tempuh. Maka kita harus tuntaskan titik-titik bottle neck yang menghambat kelancaran lalu lintas,” ujarnya kepada Haluan, Jumat (25/7/2025).

Salah satu titik krusial yang mendapat sorotan adalah ruas Padang Luar-Koto Baru. Menurut Momon, kemacetan di jalur ini disebabkan oleh hambatan samping, terutama akibat aktivitas perdagangan di pinggir jalan saat hari pasar.

Baca Juga  PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Banjir di Agam, Ganjar dan Risma Turun Langsung ke Lokasi

“Secara kasat mata, di luar hari pasar, kemacetan tidak terjadi. Artinya, aktivitas pedagang di badan jalan menjadi pemicu utama. Solusinya bukan hanya penertiban, tapi juga penyediaan alternatif lapak dagang di lokasi yang lebih aman,” katanya.

Dishub Sumbar mengungkapkan, lahan untuk jalur alternatif di Koto Baru sebenarnya telah tersedia dan bahkan telah dibebaskan beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini pengembangannya belum berjalan, karena terkendala oleh berbagai faktor, salah satunya diduga terkait anggaran.

Baca Juga  Anggota DPRD Alam Syahri Soroti Jalan Rusak Dekat Kantor Bupati Padang Pariaman yang Ancam Keselamatan Warga

“Seandainya jalur alternatif itu sudah dikembangkan, persoalan bottle neck di Koto Baru bisa selesai,” ucapnya.

Opsi lain yang perlu dipertimbangkan adalah merombak bentuk Pasar Koto Baru yang saat ini berdiri tepat di sisi jalan nasional. Posisi pasar yang terlalu dekat dengan arteri utama ini dianggap sangat mengganggu fungsi jalan sebagai penghubung regional.

Sementara itu, di Padang Luar, Dishub juga mencermati perlunya pembangunan jalan lingkar timur yang menghubungkan By Pass Taluak hingga Pasar Amor. Rencana pembangunan flyover di titik ini sempat mengemuka, namun menurut Momon, implementasinya akan sangat sulit.