NASIONAL

Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Penataan Akses Demi Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat pada Monev Penataan Agraria Semester I

0
×

Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Penataan Akses Demi Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat pada Monev Penataan Agraria Semester I

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Reforma agraria, penataan aset dan penataan akses menjadi satu kesatuan penting yang tak bisa dipisah.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Penataan Agraria Semester I Tahun Anggaran 2025, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

“Penataan aset, seperti legalisasi aset memberikan pengakuan (atas aset tanah), sedangkan penataan akses memberikan peluang (peningkatan ekonomi). Karena, tanpa penataan akses, masyarakat hanya akan memiliki sertifikat tanah, tapi tidak bisa meningkatkan taraf hidupnya,” kata Ossy.

Terkait implementasi penataan akses berupa pemberdayaan lahan, Wamen Ossy mengimbau jajaran agar menerapkan model-model penataan akses yang sudah berjalan ke daerah lainnya. Ia mengingatkan, untuk tetap menerapkan sesuai karakteristik dan potensi tanah di masing-masing daerah.

Baca Juga  Telkomsat Ikut Sukseskan Gelaran KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo

“Terkait penataan akses, kita bisa mulai dengan menghubungi pihak terkait, apakah itu masyarakat adat, kemudian menghubungkannya dengan off taker-nya, perusahaan. Seperti halnya penataan akses budidaya pisang cavendish di Jembrana, Bali. Kira-kira siapa dulu off taker-nya? Apakah dia masih membutuhkan tanah? Coba dipertemukan, disurvei, ternyata cocok, bisa difasilitasi dengan masyarakat, akhirnya bisa terselenggara,” ujarnya.

Senada dengan Wamen Ossy, Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Yulia Jaya Nirmawati, menjelaskan bahwa kegiatan penataan akses memilih bisnis proses model closed loop. Model ini menekankan bisnis proses berkelanjutan dari hulu ke hilir, dengan menerapkan kolaborasi lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  BNPB Mendukung Percepatan Normalisasi dan Penguatan Tanggul dalam Penanganan Banjir di Kabupaten Bekasi

“Karena dengan model closed loop ini mendapat jaminan dari proses, hingga produksi, sampai dengan pemasaran. Kalau kita tidak menghadirkan off taker dalam kegiatan akses reform, pada saat panen nanti itu harganya bisa terjun bebas dan merugikan petani. Adanya off taker menjadi jaminan agar hasil petani tidak jatuh ke tengkulak,” tutur Yulia Jaya Nirmawati. (*)