KAMPUS

BAKOMAS Prodi BK UPGRISBA di Sungai Lundang, Kontribusi Nyata untuk Masyarakat Melalui Konseling

0
×

BAKOMAS Prodi BK UPGRISBA di Sungai Lundang, Kontribusi Nyata untuk Masyarakat Melalui Konseling

Sebarkan artikel ini
Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) mengadakan Bakti Konseling Masyarakat (BAKOMAS) Rabu-Jumat (18-20/6) di Sungai Lundang, Kecamatan IX Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID- Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) mengadakan kegiatan Bakti Konseling Masyarakat (BAKOMAS) Rabu-Jumat (18-20/6) di Sungai Lundang, Kecamatan IX Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling UPGRISBA, Rici Kardo saat diwawancarai Haluan Selasa (5/8) menyampaikan, Bakti Konseling ini mengangkat tema, “Berkontribusi untuk Masyarakat Melalui Konseling”. Peserta kegiatan adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi dan Konseling yang berjumlah 188 orang, dosen pembimbing dan juga Tenaga Kependidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Rici mengatakan, BAKOMAS merupakan salah satu mata kuliah wajib yang tertuang dalam kurikulum pada Program Studi Bimbingan dan Konseling. Mengingat pentingnya kegiatan ini sebelum peserta BAKOMAS menuju lokasi kegiatan, mereka diberikan arahan serta pembekalan oleh pimpinan Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Tujuan diadakannya BAKOMAS adalah untuk memasyarakatkan BK, meningkatkan solidaritas dan kekompakan antar civitas akademika program bimbingan dan konseling, sebagai sarana praktek mahasiswa untuk menerapkan ilmu BK baik di sekolah maupun di luar sekolah, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait dengan bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling.

Selanjutnya membantu mengentaskan permasalahan di masyarakat terkait dengan bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling, menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman yang mendalam mengenai perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual mahasiswa dalam masyarakat dan memiliki dan menguasai berbagai kemampuan sosial yang dibutuhkan dalam era globalisasi.

“Bakti konseling masyarakat merupakan salah satu bentuk layanan kami dari Prodi Bimbingan Konseling dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial masyarakat. Bakti konseling tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengatasi masalah psikologis, tetapi juga sebagai alat untuk membangun hubungan yang lebih baik antar individu dan kelompok dalam masyarakat,”ujar Rici.

Untuk di Sungai Lundang, Pesisir Selatan kegiatan BAKOMAS ini dilaksanakan dalam bentuk settingan sekolah dan juga di luar sekolah. Kegiatan di sekolah berupa pelaksanaan assesmen tes dan non-tes seperti, tes intelengensi, inventori tugas perkembangan, dan tes kecerdasan emosi.

BAKOMAS yang dilaksanakan pada setting di luar sekolah seperti, konseling keluarga, parenting. Dari hasil survei lapangan dan penjajakan awal oleh dosen pembimbing dan mahasiswa, di daerah ini sangat potensial sekali untuk dilaksanakan Bakti Konseling Masyarakat. Hal ini digambarkan oleh kondisi permasalahan yang dialami oleh masyarakat seperti tingkat perceraian yang tinggi sehingga perlu diberikan pelayanan bimbingan dan konseling.

“Melalui kegiatan ini kami mencoba menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan terhadap masyarakat sebagai langkah awal untuk mengentaskan permasalahan yang ada di daerah khususnya di Sungai Lundang Kecamatan IX Koto Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan,”ulasnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Erna Juita menyampaikan, pimpinan Fakultas memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh setiap Program Studi, khususnya kegiatan BAKOMAS yang dilakukan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Hal ini karena kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang banyak kepada mahasiswa tentang bagaimana pelaksanaan pendidikan non-formal diluar sekolah, meningkatkan minat mahasiswa dalam pengumpulan data di lapangan serta mengamati objek atau fenomena yang mungkin saja belum pernah ditemui oleh mahasiswa selama ini.

Sementara itu, Wakil Rektor III UPGRISBA, Jarudin menyebut, pelaksanaan BAKOMAS merupakan salah satu cara pembelajaran bagi mahasiswa. Kegiatan ini dapat memberikan mahasiswa bagaimana cara mahasiswa untuk mengeksplorasi materi secara utuh dan otentik serta juga memeberikan informasi kepada mahasiswa tentang bagaimana cara megumpulkan data penelitian sehingga meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tentang kompleksitas permasalahan yang terdapat dimasyarakat.

“Dari pengumpulan data yang dilakukan oleh mahasiswa beserta dosen pembimbing, diharapkan dapat menghasilkan luaran-luaran penelitian berupa jurnal sehingga dapat memperkaya pengetahuan tentang Bimbingan dan Konseling itu sendiri,”ucap Jarudin.

Ketua Pengurus BPH PB PGRI pada Universitas PGRI Sumatera Barat dan SMA PGRI I Padang, Dasrizal mengatakan, BAKOMAS Prodi BK adalah bentuk kontribusi nyata UPGRISBA untuk terus berperan mengatasi berbagai persoalan yang ada di masyarakat.

“Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat sebagai suluh peradaban, menerangi jalan, menyatukan harapan, dan menjadi ruang bagi tumbuhnya perubahan. Berangkat dari hal ini, melalui bidang keilmuan yang ada pada setiap prodi di UPGRISBA kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat,”tukasnya. (*)