PADANG

Fenomena PKL di Padang, Cermin Masalah Sosial dan Tata Kelola Kota

0
×

Fenomena PKL di Padang, Cermin Masalah Sosial dan Tata Kelola Kota

Sebarkan artikel ini
PKL
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Andalas, Aidinil Zetra

“Banyak yang datang ke Padang punya pendidikan cukup, tapi tetap sulit mencari pekerjaan. Mereka lalu memilih jadi PKL karena tak ada alternatif lain,” ucapnya.

Lokasi-lokasi strategis seperti kawasan kampus, pasar, terminal, dan perkantoran, lanjut Aidinil, menjadi magnet yang menarik PKL. Namun, arus ekonomi tersebut tidak diimbangi dengan perencanaan tata kota yang memadai.

Ia juga mengkritik lemahnya regulasi dan penegakan hukum yang tidak konsisten terhadap keberadaan PKL. “Kadang ada penggusuran, di sisi lain ada pembiaran. Ini kontraproduktif dan memperkuat praktik informal,” tuturnya.

Baca Juga  Verifikasi Dokumen Tuntas, Pabrik Indarung I Segera Jadi Cagar Budaya

Aidinil menyarankan agar Pemerintah Kota Padang mengadopsi pendekatan yang inklusif dan humanis dalam menata PKL. Menurutnya, kebijakan zonasi yang dinamis, pembangunan shelter yang layak, dan pelibatan multi-stakeholder sangat diperlukan.

“Masalah PKL tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Harus melibatkan asosiasi pedagang, akademisi, masyarakat, bahkan sektor swasta,” katanya.