PADANG

Satu-Satunya di Kecamatan Padang Utara : Kelurahan Alai Parak Kopi Miliki Program ‘Prolagi’

0
×

Satu-Satunya di Kecamatan Padang Utara : Kelurahan Alai Parak Kopi Miliki Program ‘Prolagi’

Sebarkan artikel ini
Lurah Alai Parak Kopi Afrimen S.Sos., saat menyalurkan bantuan pada warga kurang mampu yang tidak menerima PKH atau Bansos di wilayahnya beberapa waktu lalu. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, memiliki program khusus untuk membantu warganya yang kurang mampu, namun belum tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dalam program keluarga harapan (PKH). Program ini diberi nama ‘Prolagi’ (Program Kelurahan Alai Parak Kopi Berbagi), dan merupakan satu-satunya program kepedulian sosial secara khusus yang dikelola oleh kelurahan di Kecamatan Padang Utara.

“Selama ini, banyak sekali laporan dari RT atau RW di lingkungan Kelurahan Alai Parak Kopi, tentang warga yang kurang mampu, namun tak termasuk dalam data keluarga penerima manfaat (KPM) PKH. Karena itulah, kami berinisiatif untuk mengumpulkan sebagian rezki, untuk membantu mereka,” kata Lurah Alai Parak Kopi, Afrimen S,Sos., kepada Haluan, kemarin.

Baca Juga  Kawasan Pantai Air Manis Akan Diperindah

Program ini, sudah berjalan sekitar 3 bulan di kelurahan tersebut. Kelurahan ini juga menggandeng tim dari Puskesmas Alai untuk menjalankan program sosialnya. Setiap bulan, ada beberapa warga penerima bantuan sekaligus dikunjungi oleh tim kelurahan ini.

Afrimen yang saat itu didampingi Kasi Pemerintahan Noviandi dan Sekretaris Mulza Fitris menyebutkan, bantuan yang diberikan berupa dana atau sembako. “Misalnya, ada warga yang tak mendapat PKH, tapi kondisinya memang sangat butuh bantuan. Begitu kami terima laporan dari RT, RW atau warga biasanya akan segera kami tindak lanjuti dengan pengecekan ke sana, apakah memang layak atau tidak mendapat bantuan,” lanjutnya.

Baca Juga  Ratusan Warga Kekeringan, Semen Padang Distribusikan 46.000 Liter Air Bersih

“Usai menyerahkan bantuan, laporan akan diberikan pada para donatur yang menyumbangkan dananya untuk hal tersebut. Biasanya donatur ada yang datang menyumbang secara pribadi, ingin disalurkan ke mana, atau diserahkan pada tim kami untuk menyalurkannya. Nanti pada saat penyerahan bantuan, kami akan mengajak donatur untuk ikut serta. Kalau mereka tak bisa hadir, laporannya akan kami kirimkan,” kata Afrimen.

Keterbukaan dalam menyampaikan laporan keuangan ini, membuat banyak donatur baik perorangan maupun lembaga/perusahaan yang memercayakan donasinya pada Tim Prolagi. “Banyak juga yang datang atau menelpon kami, ingin mendonasikan dana nya ke mana, atau memercayakannya pada kami untuk disalurkan pada yang benar-benar patut untuk menerimanya,” tutup Afrimen. (h/atv)