SUMBAR

Kolaborasi Entaskan Stunting, Disnakeswan Sumbar dan Mahasiswa Solok Salurkan 4 Ribu Telur di Nagari Garabak Data

4
×

Kolaborasi Entaskan Stunting, Disnakeswan Sumbar dan Mahasiswa Solok Salurkan 4 Ribu Telur di Nagari Garabak Data

Sebarkan artikel ini

Aspirasi Mahasiswa, Respons Cepat Pemerintah

Gerakan ini berawal dari surat permohonan resmi yang diajukan oleh Aliansi Mahasiswa Solok kepada Disnakeswan Sumbar. Tanpa menunggu lama, surat itu direspons cepat.

Ketua Aliansi Mahasiswa Solok Se Indonesia Anggra Islami Dasya menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan dan kepedulian Disnakeswan Sumbar dalam program pengabdian yang digagas AMS kali ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Saat kami mengajukan bantuan ini sebagai bentuk kontribusi sosial dari mahasiswa untuk daerah asal, kami langsung disambut hangat oleh kepala Dinas dan jajaran di Disnakeswan Sumbar,” kata Anggra.

Tidak lama usai masuknya surat permohonan resmi dari AMS, pertemuan segera berlangsung di kantor Disnakeswan Sumbar dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Drh. Zed Abbas, serta Kepala Bidang Bina Usaha, Nirmala Puspita Dewi, S.Pt., M.Si.

Baca Juga  Bupati Eka Putra: Alek Pacu Jawi Iven Pariwisata Kebanggaan Tanah Datar

Dalam pertemuan tersebut, seluruh jajaran Disnakeswan Sumbar menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa serta siap memfasilitasi segala bentuk program kemasyarakatan yang berkaitan dengan gizi dan peternakan rakyat.

Tumbuhkan Harapan, Perkuat Ketahanan Gizi dan Ekonomi

Kepala Bidang Bina Usaha Disnakeswan Sumbar Nirmala Puspita Dewi mengungkapkan, gerakan ini adalah momentum penting untuk memperkenalkan beternak ayam sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga di daerah pelosok.

“Kami tidak hanya memberi telur, tapi menanamkan semangat berternak. Karena dari satu kandang ayam, bisa lahir kemandirian ekonomi dan ketahanan gizi,” jelasnya.

Saat ini, Disnakeswan Sumbar juga telah punya program pelatihan budidaya unggas sederhana yang bisa dijalankan oleh keluarga di pedesaan. “Tujuan akhirnya adalah kemandirian pangan. Jika anak-anak bisa makan telur setiap hari, stunting akan jauh berkurang,” ungkapnya.

Baca Juga  Peringati Hari Mangrove Sedunia, 4.000 Bibit Mangrove Ditanam di Sungai Pisang

Bagi masyarakat Garabak Data, gerakan ini menjadi angin segar. Tak hanya mendapatkan bantuan protein hewani, mereka juga merasakan sentuhan langsung dari para mahasiswa yang pulang kampung mengabdi demi tanah kelahirannya.

Gerakan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan bisa melahirkan solusi sederhana namun berdampak nyata.

“Satu butir telur mungkin terlihat kecil. Tapi bagi anak yang tumbuh sehat karenanya, itu adalah harapan besar,” pungkas Sukarli.(*)