EkBis

Damar Shaker, ‘Foodcourt dengan Rasa Kafe’

0
×

Damar Shaker, ‘Foodcourt dengan Rasa Kafe’

Sebarkan artikel ini
Wiwiet Wahyudi, Owner yang juga Pengelola Damar Shaker, di Cabang Damar Shaker Jl. Samudera No. 16 Padang. ATVIARNI

Tahun 2002, Nanang mendapat kerja di Jakarta. Kemudian, Yudi memutuskan mandiri dan pindah usaha ke kawasan Ulak Karang pada tahun 2003 kemudian pindah lagi pada tahun yang sama ke parkiran Damar Plaza.

“Saya baru mulai berani buka cabang saat berada di Jl Damar ini. Cabangnya di Jl Pattimura. Waktu itu, beberapa UMKM yang jadi mitra sebagai tenant saya, juga bersedia untuk ikut,” kata Yudi.

Tahun 2007, ia balik ke lokasi pertama buka di Jl Damar. Namun pada tahun 2011, karena rumah itu dijual, ia pun pindah ke Jl. Perintis Kemerdekaan. Berikutnya tahun 2015, ia pindah ke Jl. Ir H Juanda, tepatnya dius ebelah Ero Tour.

Baca Juga  Perpisahan Siswa SD Negeri 10 ATTS, Tampilkan Berbagai Seni Budaya

“Saya sempat vakum pada tahun 2020, karena Covid. Namun pada akhir 2020, ada seorang kawan, Wahyu Amran, mengajak bermitra, sehingga kami buka lagi di Jl Sawahan. Tahun 2021, kami resmi pindah ke bangunan Jl Samudera yang masih milik Wahyu Amran, hingga saat ini,” kata Yudi tentang awal ia berusaha.

Seiring berjalannya waktu, Yudi mulai banyak mendapat tawaran untuk bekerja sama. Ia pun bermitra dengan Hari Ichlas untuk pembukaan cabang baru Damar Shaker di Jl KH Ahmad Dahlan (Alai) tak berapa jauh dari Masjid Raya Sumbar pada tahun 2022. Kemudian pada Januari 2025, ia juga bekerja sama dengan Rafli Yandra membuka Damar Shaker di Lubuk Selasih, tak berapa jauh dari jembatan timbang di sana. “Khusus di Lubuk Selasih ini, konsepnya lebih lengkap. Ada kafe, homestay, tempat bermain anak, kolam, serta dilengkapi musala. Dan jadwal buka kafenya pun mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB,” katanya.

Baca Juga  Banjir Simpang Tiga Sicincin Picu Macet Padang-Bukittinggi, Persoalan Tak Kunjung Teratasi

“Pada setiap pembukaan cabang, konsep kerja samanya tetap. Mitra kerja menyediakan tempat dan peralatan, saya sebagai pengelolanya. Untuk sharing profitnya, kami pakai sistem bagi hasil setelah dikeluarkan biaya operasional. Sedangkan tenant, adalah UMKM lokal yang sebelum kami terima dilakukan test food terlebih dahulu. Mereka juga kami ajak untuk ikut jika ada pembukaan cabang baru,” papar Yudi.