KAMPUS

Dosen UM Sumatera Barat Hadirkan Solusi Efisiensi dan Manajemen Risiko untuk UMKM Pangan

1
×

Dosen UM Sumatera Barat Hadirkan Solusi Efisiensi dan Manajemen Risiko untuk UMKM Pangan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Upaya pemberdayaan pelaku usaha kecil terus dilakukan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat.

Salah satunya melalui kiprah Dr. Mira Meilisa, M.Si., dosen UM Sumatera Barat, yang berhasil meraih pendanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Program tersebut mengusung tema Pengelolaan Risiko Pasokan dan Efisiensi Pengemasan UMKM Pangan dengan Pendekatan Statistika di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Mira didampingi dua anggota tim, yakni Dr. Ir. Hariyadi, M.Kom., dan Fitria Kurnia, S.E., M.Sc. Mereka menggandeng kelompok mitra UMKM Parupuk Tabing yang terdiri dari lima usaha pangan rumahan, yakni Dapur Shinuha, Dapur Raisha, MochiiTa, Mamibento, dan Macarose. Menariknya, kelima UMKM tersebut digerakkan oleh ibu rumah tangga yang memiliki semangat besar mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Baca Juga  Malam Puncak Dies Natalis Fakultas Kedokteran Unand Semarak

Program pendampingan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi usaha para mitra. Selama satu bulan, mereka akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai pengelolaan risiko pasokan, teknik pengemasan, pemasaran digital, serta manajemen stok dan produksi. Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM agar mereka mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berdaya saing.

Sebagai strategi pemasaran, para mitra juga dilibatkan dalam kegiatan Car Free Day di Jalan Sudirman, Padang, setiap Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi ajang promosi langsung kepada masyarakat sekaligus wadah untuk melatih keterampilan pemasaran produk secara tatap muka.

Baca Juga  Prodi Pendidikan Profesi Bidan Bersama Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Unand Gelar Penyuluhan PHBS

Selain pendampingan, program ini juga memberikan bantuan berupa peralatan produksi seperti freezer box, oven gas, vacuum sealer, dan alat pengering. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas dan higienitas produk, sekaligus memperpanjang masa simpan produk pangan.