NASIONAL

BNPB dan ICLEI Dorong Ketangguhan Bencana Iklim yang Inklusif Melalui Seminar Inovasi dan Kolaborasi Multi-Pihak di ADEXCO 2025

6
×

BNPB dan ICLEI Dorong Ketangguhan Bencana Iklim yang Inklusif Melalui Seminar Inovasi dan Kolaborasi Multi-Pihak di ADEXCO 2025

Sebarkan artikel ini
Seminar bertajuk “Inklusi Sosial Dalam Ketahanan Iklim dan Bencana: Dari Kebijakan ke Aksi Nyata”, pada Jumat, (12/9) di Hall B3, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

“Sudah saatnya kita tidak lagi bekerja secara terpisah atau in-silo dalam isu bencana, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Kita perlu duduk bersama untuk menyatukan pendekatan dan data—terutama bagaimana perubahan iklim berdampak pada risiko bencana—dan membahasnya dalam satu kerangka terpadu,” jelas Raditya.

Lebih lanjut Raditya menyebut semangat ‘adaptive social protection’ yang tercermin dalam RPJMN menjadi bukti bahwa pilar-pilar pembangunan kini mulai dikaitkan erat dengan pengurangan risiko bencana. Dengan dukungan program dan kolaborasi bersama development partners, pendekatan yang lebih holistik dan transformatif dapat benar-benar diwujudkan.

Seminar ini menghadirkan panel diskusi yang diisi oleh sejumlah narasumber strategis dari berbagai sektor. Di antaranya adalah Kepala Biro Perencanaan BNPB, Dra. Andi Eviana, M.Si, yang memaparkan pentingnya penyelarasan kebijakan GEDSI antara pusat dan daerah; Wakil Walikota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah M.T yang membagikan pengalaman daerah dalam membangun ketangguhan iklim dan sistem pengembanagn peringatan dini pasca peristiwa Tsunami Aceh 2004; serta Farhan Helmy, Presiden Pergerakan Penyandang Disabilitas dan Lansia (DILANS), yang menyoroti pentingnya pelibatan aktif kelompok rentan dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga  Presiden Republik Indonesia Didampingi Kepala BNPB, Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Denpasar

Selain itu, seminar juga mengangkat topik teknologi melalui paparan dari Kepala Riset dan Inovasi Iklim dan Atmosfer BRIN, Albertus Sulaiman, mengenai sistem peringatan dini yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat marjinal.

Kegiatan ini ditutup dengan pemaparan dari ICLEI tentang penggunaan toolkit SIRA (Socially Inclusive Resilience in Asia Program) sebagai instrumen strategis bagi pemerintah daerah untuk merancang aksi nyata yang responsif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat rentan.

Dengan diselenggarakannya seminar ini, BNPB dan ICLEI berharap dapat memperkuat sinergi antara kebijakan nasional, dukungan teknis, dan praktik lokal yang lebih inklusif serta mendorong kolaborasi nyata untuk menciptakan kota-kota yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.

Baca Juga  BNPB dan ANRI Perkuat Sinergi dalam Pengelolaan Arsip Kebencanaan