UTAMA

Tingkatkan PAD, Fraksi Gerindra Dorong Dana Rajawali Diinvestasikan untuk Penyertaan Modal Bank Nagari

0
×

Tingkatkan PAD, Fraksi Gerindra Dorong Dana Rajawali Diinvestasikan untuk Penyertaan Modal Bank Nagari

Sebarkan artikel ini
Muchlis Yusuf Abit

PADANG, HARIANHALUAN.ID- Tingkatkan Pendapatan Asli  Daerah (PAD), Fraksi Gerindra DPRD Sumbar dorong Rp97 miliar Dana Rajawali yang masih mengendap dalam bentuk deposito dinvestasikan untuk penyertaan modal Bank Nagari.

“Dalam kondisi sulit, dan dengan kondisi PAD kita yang sangat minim seperti sekarang, kami mendorong Rp97 miliar Dana Rajawali yang mengendap dalam bentuk deposito dialokasikan untuk investasi tambahan penyertaan modal Bank Nagari,” ujar Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Muchlis Yusuf Abit saat diwawancarai Haluan, Kamis (11/9).

Muchlis yang juga anggota Komisi III DPRD Sumbar itu mengatakan, tiap tahun Dana Rajawali menghasilkan bunga lebih kurang Rp5-6 miliar, yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan beasiswa Rajawali. Meski bunganya sudah dimanfaatkan untuk kepentingan beasiswa, pokok Dana Rajawali yang mencapai puluhan miliar masih tetap tersimpan.

Baca Juga  Dirut PLN Ekspos Target Indonesia "Net Zero Emision 2060" di Konferensi Kelistrikan Asia-Pasifik Xiamen

Fraksi Gerindra berpandangan, daripada dana ini tidak termanfaatkan atau dibiarkan begitu saja tersimpan di Bank Nagari, sebaiknya dipakai untuk penyertaan modal, yang mana nantinya juga bisa meningkatkan profit untuk bank milik daerah tersebut. 

Ketika Rp97 miliar Dana Rajawali dimanfaatkan untuk penyertaan modal Bank Nagari, secara hitungan ekonomis diperkirakan bisa mendatangkan tambahan dividen lebih kurang Rp20 miliar per tahun. Dari dividen yang ada tersebut, Rp5 miliar bisa dialokasikan untuk beasiswa Rajawali sama seperti sebelumnya, sisanya akan menjadi tambahan PAD di APBD.

 “Dengan kondisi APBD yang terbatas tentunya kita harus mencari berbagai peluang, ini adalah salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan,” kata Muchlis.

Ia menegaskan, untuk menjadikan Dana Rajawali bisa digunakan sebagai penyertaan modal Bank Nagari, pemerintah daerah bersama DPRD tinggal membentuk perdanya.

Baca Juga  Basarnas Susun Rancangan Kontingensi Evakuasi Erupsi Marapi

Dikatakannya, berbagai keuntungan akan didapat dengan diambilnya langkah ini. Hal tersebut diantaranya, penyaluran beasiswa Rajawali akan tetap bisa berjalan, dana yang selama ini tersimpan bisa lebih berkembang, yang utamanya lagi dengan penyertaan modal yang diberikan saham Pemprov di Bank Nagari akan meningkat.

“Penyertaan modal kita di Bank Nagari sejauh ini sudah diangka Rp600 miliar lebih dengan posisi saham 32 persen. Jika ditambah Rp97 miliar lagi tentu saham kita bisa naik mencapai angka 35 atau 36 persen. Melalui ini, kita tetap bisa membantu siswa dan mahasiswa yang membutuhkan dengan memberikan beasiswa, pendapatan daerah kita juga akan bertambah,” tukasnya. (*)