KABA RANAH

Suara Lantang Wakil Ketua Forwana Padang Pariaman, Deri Alpendo: Wali Nagari Garda Terdepan, Perangkat Harus Sejahtera

0
×

Suara Lantang Wakil Ketua Forwana Padang Pariaman, Deri Alpendo: Wali Nagari Garda Terdepan, Perangkat Harus Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Wali Nagari

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Suasana rapat kerja Forum Wali Nagari (Forwana) se-Sumatera Barat (Sumbar) memanas penuh semangat ketika Deri Alpendo, Wali Nagari Gunuang Padang Alai sekaligus Wakil Ketua Forwana Kabupaten Padang Pariaman, tampil sebagai juru bicara.

Ia menegaskan bahwa peran wali nagari bukan sekadar administratif, melainkan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.

“Wali nagari adalah ujung tombak dalam menjalankan roda pemerintahan. Kami hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus menjadi garda terdepan dalam melayani,” ucap Deri Alpendo di hadapan peserta rapat kerja.

Baca Juga  Sindir Pemerintah Provinsi, Warga Tabek Patah Salimpaung Tanam Pohon Pisang di Jalur Batusangkar-Bukittinggi

Tak hanya menyoroti peran strategis wali nagari, Deri juga menyampaikan aspirasi penting mengenai kesejahteraan perangkat nagari. Menurutnya, perangkat nagari merupakan motor penggerak yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan nagari.

“Kesejahteraan perangkat nagari harus mendapat perhatian serius. Mereka adalah ujung tombak yang bekerja tanpa henti agar pemerintahan berjalan efektif,” ujarnya.

Rapat kerja Forwana ini menjadi momentum penting bagi para wali nagari untuk berkoordinasi, berdiskusi, serta menyatukan suara dalam memperkuat posisi nagari sebagai basis pemerintahan terdepan. Deri berharap, forum ini melahirkan rumusan bersama yang mampu mempercepat pembangunan berbasis potensi unggulan lokal dan mewujudkan pemerataan pembangunan di Sumbar.

Baca Juga  Nagari Ampalu Gelar Pos Gizi Selama 12 Hari 

Dengan gaung aspirasi tersebut, rapat kerja Forwana se-Sumbar kembali menegaskan bahwa nagari bukan sekadar unit terkecil pemerintahan, melainkan pusat penggerak pembangunan yang harus diberdayakan secara maksimal. (*)