UTAMA

Pengambilalihan Pembayaran Gaji ASN Daerah Berisiko Jika Dilakukan Tanpa Desain Fiskal Baru

1
×

Pengambilalihan Pembayaran Gaji ASN Daerah Berisiko Jika Dilakukan Tanpa Desain Fiskal Baru

Sebarkan artikel ini
Prof. Syafruddin Karimi

“Ruang fiskal pusat sendiri sedang mencari keseimbangan. Kalau sekarang juga harus menanggung payroll ASN daerah, belanja prioritas lain seperti perlindungan sosial dan infrastruktur bisa tertekan,” tuturnya.

Namun dari sisi daerah, Prof. Syafruddin mengakui tekanan fiskal memang nyata. Ia mencontohkan Kota Padang yang mengalami penurunan TKD sekitar Rp459 miliar pada rancangan APBD 2026.

“Dalam kondisi seperti itu, wajar bila muncul gagasan agar pusat ikut menanggung. Tapi solusi jangka panjangnya bukan sekadar memindahkan beban, melainkan memperkuat mekanisme yang sudah ada,” katanya.

Baca Juga  Tsunami Rusia Berpotensi Menghantam Indonesia, Pemda dan Masyarakat Diminta Mengosongkan Pantai Hingga Dua Jam

Ia mengusulkan beberapa langkah konkret agar kebijakan tersebut tetap menjaga keseimbangan nasional dan daerah. Di antaranya, memperkuat skema DAU Tambahan dengan buffer cadangan nasional, menerapkan pengawasan formasi ASN yang lebih ketat, serta mengaitkan penyaluran dana dengan kinerja dan kebutuhan riil di daerah.

“Kalau pusat ingin membantu, bantu lewat mekanisme yang terukur dan berbasis data. Penyaluran gaji PPPK sebaiknya terus bergeser ke sistem pengajuan kebutuhan bulanan yang tervalidasi, bukan reimburse. Dengan begitu, disiplin fiskal daerah tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga  Kolaborasi ICMI, UNP dan BPTU HPT Padang Mengatas ; Berdayakan Pemuda, Lahirkan Peternak Milenial

Selain itu, ia menyarankan agar pemerintah menyiapkan fase transisi dua tahun sebelum kebijakan sentralisasi gaji diberlakukan penuh. “Lakukan pilot project dulu untuk guru dan tenaga kesehatan di provinsi yang paling tertekan. Evaluasi dampaknya terhadap APBN, APBD, dan layanan publik,” ucapnya.