KAMPUS

Dosen UM Sumatra Barat Latih Manajemen Bank Sampah dan Olah Minyak Jelantah

7
×

Dosen UM Sumatra Barat Latih Manajemen Bank Sampah dan Olah Minyak Jelantah

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID —Tim dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumatera Barat) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Pembuatan Struktur Manajemen dan Pencatatan Keuangan serta Pembuatan Lilin dan Sabun dari Minyak Jelantah” bersama mitra Bank Sampah Pasie Nan Tigo, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi dan keterampilan kewirausahaan berbasis lingkungan bagi pengurus Bank Sampah. Tim pengabdian diketuai oleh Nurhaida, SE, MM, dengan anggota Dr. Femi Earnestly, M.Si, Muchlisinalahuddin, ST, MT, Rina Widyanti, SE, M.Si, Firdaus, M.Pd, serta dua mahasiswa, Naila Arifah Azfa dan Rezky Adrian Nugraha.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Lapangan Kerja, Politeknik ATI Padang Gandeng Perusahaan Biofluel Indonesia

Pelatihan berlangsung di gedung pertemuan Bank Sampah Pasie Nan Tigo dan diikuti secara antusias oleh para pengurus bank sampah. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan struktur manajemen dan pencatatan keuangan organisasi, serta pelatihan praktik pembuatan lilin aromaterapi dan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah.

Ketua pelaksana, Nurhaida, SE, MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengurus Bank Sampah dalam mengelola organisasi secara profesional.

“Bank sampah tidak hanya butuh semangat, tetapi juga sistem yang kuat. Dengan manajemen dan pencatatan keuangan yang rapi, kegiatan mereka akan lebih transparan, terukur, dan siap berkembang,” ujarnya.

Baca Juga  Dosen Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi Beri Pendampingan Bagi Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Pua Agam

Selain aspek manajerial, pelatihan juga memperkenalkan inovasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi. Peserta belajar mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi, sebagai langkah konkret mendukung ekonomi kreatif berbasis lingkungan.