OPINI

Siklus Pembangunan yang Inklusif

2
×

Siklus Pembangunan yang Inklusif

Sebarkan artikel ini
Medi Iswandi

Aktivitas Ekonomi dan Lapangan Kerja

Kualitas manusia yang meningkat semestinya menjadi motor penggerak ekonomi. Dalam hal ini, Sumatera Barat menunjukkan kinerja pembangunan yang inklusif. Namun tantangan terjadi dalam penyerapan tenaga kerja.

Menurut data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sumatera Barat pada februari 2025 mencapai sekitar 5,69 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 4,76 persen. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan kerja yang seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja.

Baca Juga  Ramadan: Waktunya Hati Kita Bersih Lagi

Provinsi lain seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mencatat penurunan pengangguran di bawah 5 persen berkat ekspansi sektor padat karya, industri pengolahan, dan pengembangan UMKM secara agresif.

Kondisi ini menjadi cermin sekaligus koreksi untuk perbaikan. Artinya, Sumatera Barat perlu memperkuat strategi pada: Perkuatan  sektor ekonomi, peningkatan produktifitas sektor pertanian, penguatan sektor jasa, industri kecil, dan ekonomi kreatif.

Meningkatkan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Mendorong investasi daerah dan inkubasi wirausaha muda agar lebih banyak peluang kerja tercipta dari dalam daerah.

Baca Juga  UKT Tinggi, Tragedi Dunia Pendidikan Tinggi

Sebab, pengangguran bukan hanya soal ekonomi, tetapi tentang harga diri manusia yang ingin berkontribusi dan merasa berguna bagi bangsanya.