UTAMA

Dukung Pariwisata Halal, Arah Kiblat di Sumbar Dikalibrasi Ulang

1
×

Dukung Pariwisata Halal, Arah Kiblat di Sumbar Dikalibrasi Ulang

Sebarkan artikel ini
Tim Kanwil Kemenag Sumbar melakukan kalibrasi arah kiblat di musala di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), beberapa waktu yang lalu. Kegiatan kalibrasi ini merupakan bagian dukungan terhadap pengembangan wisata halal di Sumbar. IST/KEMENAG

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID Sebagai bentuk tindak lanjut dari dukungan terhadap pengembangan wisata halal di Sumatera Barat (Sumbar), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar melakukan kalibrasi arah kiblat di sejumlah titik peribadatan. Utamanya di lokasi-lokasi yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.

Lokasi pertama yang dikalibrasi adalah kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Tim Kanwil Kemenag Sumbar melakukan kalibrasi di tiga titik di kawasan bandara, yakni musala area keberangkatan, musala area kedatangan, dan musala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VI.

Baca Juga  3 Ton Beras dan Sembako Disalurkan PMI ke Warga Pesisir Selatan yang Terdampak Banjir dan Longsor

Kegiatan ini dilaksanakan Tim Hisab Rukiyat di bawah Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sumbar dipimpin Ketua Tim Kerja, Ikrar Abdi, bersama tim serta didampingi Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, Irsyad dan Kepala KUA Batang Anai, Alfitra Kusasri. Proses pengukuran arah kiblat dilakukan menggunakan alat Theodolite untuk memastikan ketepatan arah.

Ikrar mengatakan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak Angkasa Pura II. “Setelah tiga titik ini akan dilanjutkan pada empat titik lainnya, termasuk area internasional,” ujar Ikrar Abdi, seperti dilansir dari laman resmi Kanwil Kemenag Sumbar, Selasa (11/11).

Baca Juga  Pilkada Sijunjung, Mukhlis Daftar ke PPP dan PAN

Ikrar menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Kanwil Kemenag Sumbar dan pihak pengelola bandara untuk memastikan setiap musala dan masjid di area publik memiliki arah kiblat yang sesuai standar Kementerian Agama.

“Ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program wisata ramah muslim. Dengan arah kiblat yang akurat, jamaah akan merasa lebih tenang dan nyaman saat beribadah di bandara,” katanya.