EkBisPADANG

Pasokan Tersendat, Harga Cabai di Padang Kembali Terasa “Pedas”

2
×

Pasokan Tersendat, Harga Cabai di Padang Kembali Terasa “Pedas”

Sebarkan artikel ini

“Awak suko padeh, kalau indak padeh, makan taraso indak lamak. (Saya suka pedas, kalau tidak pedas, makan rasanya tidak enak),” ungkap Yuni, seorang pembeli saat ditemui di Pasar Lubuk Buaya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat saat dikonfirmasi menuturkan, relatif tingginya harga cabai merah di pasaran karena sedikitnya pasokan cabai dari daerah. Hal ini dikarenakan para petani lesu darah saat harga cabai relatif murah sekitar awal Januari kemarin.

“Petani enggan menanam cabai ketika itu karena harga cabai relatif murah, mencapai Rp20 ribu waktu itu. Karena enggannya petani menanam cabai, berimbas sekarang. Pasokan cabai sedikit, harganya menjadi selangit,” kata Syahrial Kamat.

Baca Juga  PT Saudi Islamic Tour Agendakan Keberangkatan 46 Jemaah Umrah pada Awal Agustus

Selain itu, pasokan cabai dari luar Sumbar juga sedikit. Ini dikarenakan harga cabai di luar Sumbar relatif murah. Seperti cabai Jawa dan lainnya. (*)