UTAMA

Kerugian Materi Mencapai Rp4,9 Miliar, Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kian Meluas

4
×

Kerugian Materi Mencapai Rp4,9 Miliar, Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kian Meluas

Sebarkan artikel ini
Potret udara kondisi Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang terendam banjir pada Selasa (25/11). Tak hanya di Padang, hingga Selasa (25/11), setidaknya ada 12 kabupaten/kota yang dilaporkan terdampak bencana banjir hingga tanah longsor. IRHAM

Untuk Kota Padang, dilaporkan bahwa cuaca ekstrem menyebabkan banjir di 11 titik, disertai 14 lokasi pohon tumbang dan dua titik longsor yang menutup badan jalan. “Penanganan di Padang membutuhkan waktu karena pohon tumbang terjadi hampir bersamaan di banyak kecamatan,” ucapnya.

Di wilayah lain seperti Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan, dampak juga cukup signifikan. Pesisir Selatan mencatat lebih dari 418 rumah terendam di Koto XI Tarusan. Sementara di Limapuluh Kota, dilaporkan dua fasilitas pendidikan rusak dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga  Kemdikbudristek Gelar Bintek bagi LLDIKTI (Cadangan)

Ilham menyebut, taksiran kerugian diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses verifikasi lapangan. Hingga saat ini BPBD masih terus mengompilasi laporan dari posko kabupaten/kota. “Kami mengutamakan keselamatan warga dan percepatan pemulihan akses publik. Pendataan akhir akan diperbarui setelah semua laporan masuk,” tuturnya.

Lebih jauh, Ilham mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Peringatan dini dari BMKG menyebutkan bahwa potensi hujan lebat disertai petir masih dapat terjadi di banyak titik rawan.

“Kami mengimbau warga untuk menghindari daerah tebing yang rawan longsor, aliran sungai yang meluap, serta menjauhi pepohonan besar saat angin kencang. Pemerintah nagari dan kelurahan diharapkan tetap siaga dan memastikan jalur evakuasi dalam kondisi aman,” katanya.

Baca Juga  Haji Almaisyar Datuak Bangso Dirajo Nan Kuniang: Gigih dan Terus Berjuang jadi Kunci Sukses

Ia menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. “Ini momentum bagi kita semua untuk menguatkan kesiapsiagaan menghadapi fenomena hidrometeorologi yang makin sering terjadi,” tutur Ilham.