UTAMA

Longsor Palembayan, PMI Bantu 8 Pasien untuk Dirujuk ke RSUD Lubuk Basung Menggunakan Helikopter

0
×

Longsor Palembayan, PMI Bantu 8 Pasien untuk Dirujuk ke RSUD Lubuk Basung Menggunakan Helikopter

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam mengevakuasi warga di Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan, pada Sabtu (29/11), setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut. Bencana ini menyebabkan sejumlah warga mengalami luka serius serta memutus akses jalan menuju permukiman.

Sebanyak delapan warga dengan kondisi luka berat harus dirujuk ke RSUD Lubuk Basung di Kabupaten Agam. Proses rujukan dilakukan menggunakan helikopter Basarnas, karena seluruh akses jalan darat menuju Kecamatan Palembayan masih terputus oleh longsor dan material banjir.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik sekaligus Kepala Markas PMI Agam, Ade Alfani, menyebutkan kondisi korban membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga  DPR RI Desak Polda Sumbar Berantas Tambang Ilegal 

“Sebagian pasien mengalami cedera berat seperti patah tulang dan robek pada bagian belakang kepala dekat telinga. Dengan kondisi akses yang terputus total, rujukan udara menjadi satu-satunya cara agar mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujar Ade Alfani.

Helikopter dijadwalkan mendarat di GOR Lubuk Basung, sebelum pasien dipindahkan ke ambulans PMI dan dibawa menuju RSUD Lubuk Basung untuk perawatan lanjutan.

Kebutuhan Mendesak Warga

Selain evakuasi medis, warga di Nagari Kampuang Tangah juga membutuhkan bantuan darurat, seperti Obat-obatan, Makanan siap santap, Perlengkapan ibu hamil, Kebutuhan anak-anak dan balita, dan Penerangan, mengingat listrik di beberapa titik masih padam.

Baca Juga  PMI Pasbar Tebar Bibit Gurami saat Pencanangan Program Integrasi Pangan di Jorong Paroman Nagari Sinuruik

Relawan PMI bersama aparat gabungan terus berupaya menyalurkan bantuan melalui jalur yang memungkinkan.

Akses Masih Sangat Terbatas

Saat ini, akses menuju Nagari Kampuang Tangah hanya bisa dilalui melalui jalur udara. Adapun alternatif lain Adalah Jalur sungai, yang sangat terbatas dan berisiko, serta Jalur banjir bandang/galodo, yang tidak stabil dan tidak aman untuk dilalui. Kondisi ini membuat distribusi bantuan dan evakuasi lanjutan harus dilakukan dengan pertimbangan keselamatan yang ketat. (*)