KAMPUS

Gigi Sehat, Anak Kuat: Tim FKG Unand Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Dini di Padang

0
×

Gigi Sehat, Anak Kuat: Tim FKG Unand Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Dini di Padang

Sebarkan artikel ini
Stunting

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Di balik senyum polos balita, ancaman kesehatan kerap luput dari perhatian. Kesehatan gigi dan mulut anak yang sering dianggap sepele, ternyata memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan dan kualitas hidup anak. Ketika persoalan ini diabaikan, dampaknya bukan hanya nyeri dan gangguan makan, tetapi juga berpotensi menghambat tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat, penduduk Indonesia berusia di atas tiga tahun masih banyak mengalami masalah gigi dan mulut, dengan karies gigi sebagai tantangan utama kesehatan masyarakat. Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan sekitar 77,5 persen anak usia 3–5 tahun telah mengalami karies gigi. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan pada kelompok anak usia dini, khususnya balita.

Karies gigi pada anak bukan sekadar persoalan gigi berlubang. Nyeri berkepanjangan akibat karies dapat mengganggu asupan nutrisi, pola makan, dan kualitas tidur anak. Secara statistik, anak dengan karies gigi parah tercatat memiliki risiko stunting lebih tinggi dibandingkan anak tanpa karies. Fakta ini menegaskan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini masalah gigi dan mulut, terutama pada balita stunting, perlu diperkuat di tingkat masyarakat.

Baca Juga  Sumbangsih Telkom Cegah Stunting lewat Aplikasi di Desa Domiyang Pekalongan

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas (FKG Unand) yang dipimpin drg. Vivi Sari, M.Si., bersama anggota tim Dr. drg. Oryce Zahara, Sp.Orth., melaksanakan kegiatan edukasi, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang, Kota Padang, Jumat (5/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya perawatan gigi anak, sekaligus melakukan deteksi dini karies gigi sebagai langkah preventif untuk mencegah dampak lanjutan terhadap kesehatan dan pertumbuhan balita.

Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif. Tim memberikan edukasi kesehatan gigi kepada orang tua balita stunting, melakukan pemeriksaan langsung kondisi gigi dan mulut anak, serta menyampaikan rekomendasi tindaklanjut bagi balita yang memerlukan perawatan lanjutan.

Edukasi disampaikan secara komunikatif, dengan penekanan pada kebiasaan menyikat gigi secara teratur, pengaturan konsumsi makanan manis, serta pentingnya peran aktif orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak.

Baca Juga  STAIDA Payakumbuh Kirim Lima Kafilah di MTQ Nasional ke-41

Sebagai bentuk inovasi, tim pengabdian juga menyusun rapor kesehatan gigi balita. Rapor ini berfungsi sebagai alat pencatatan kondisi gigi anak yang memudahkan pemantauan berkelanjutan, sekaligus menjadi media edukasi bagi orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan, sebagian besar orang tua sebelumnya belum menyadari keterkaitan erat antara kesehatan gigi dan mulut dengan risiko stunting pada anak. Melalui edukasi dan pemeriksaan ini, pemahaman orang tua terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut balita meningkat secara signifikan.

Upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut balita, khususnya pada anak stunting, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar. Edukasi sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan, disertai pemeriksaan gigi yang konsisten, diyakini dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup dan pertumbuhan anak.

Melalui kegiatan ini, FKG Unand berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut anak semakin meningkat, serta mampu berkontribusi pada upaya pencegahan stunting yang lebih komprehensif di masa mendatang. (*)