“Jangan sampai penanganan bencana ini hanya ‘angek-angek cirik ayam’. Sumbar butuh badan ad hoc seperti BRR Aceh. Tidak bisa hanya mengandalkan OPD,” tegasnya.
Diskusi tersebut menjadi penanda kegelisahan kolektif berbagai elemen di Sumatra Barat, sekaligus dorongan agar negara hadir lebih tegas dan terkoordinasi dalam pemulihan pascabencana—bukan sekadar respons darurat yang bersifat sementara. (*)
WhatsApp Harianhaluan.id
+ Gabung





