SUMBAR

Firdaus Abie: Ancaman Baru Pascabencana Sumbar, Sungai Dangkal dan Retaknya Kepercayaan Sosial

1
×

Firdaus Abie: Ancaman Baru Pascabencana Sumbar, Sungai Dangkal dan Retaknya Kepercayaan Sosial

Sebarkan artikel ini

Ia menilai, pola tersebut harus diakhiri dengan membangun sistem penanganan bencana yang berkelanjutan. Salah satunya melalui pembentukan lembaga ad hoc yang secara khusus bertugas mengawal proses pemulihan pascabencana.

“Kalau ada lembaga ad hoc yang bekerja serius dan konsisten, maka persoalan-persoalan seperti ini bisa dicegah sejak awal,” katanya.

Firdaus menegaskan, pemulihan Sumatra Barat tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga merawat kembali kepercayaan sosial yang mulai terkikis.

“Kalau sungai dibiarkan dangkal dan masyarakat dibiarkan saling curiga, maka kita sedang menyiapkan bencana berikutnya,” pungkasnya.

Baca Juga  Dharmasaya Bertekad Kembalikan Supremasi KIP Meraih Status Informatif

Firdaus Abie mengingatkan bahwa bencana sejatinya tidak hanya merusak alam, tetapi juga menguji ketahanan sosial. Tanpa penanganan yang terencana dan berkelanjutan, luka pascabencana Sumatra Barat akan semakin dalam dan sulit dipulihkan. (*)