“Gubernur itu wakil pemerintah pusat. Ada dilema. Itu sesuai dengan tesis saya,” ujarnya.
Karena itu, Otong berpendapat Sumatra Barat membutuhkan tipe pemimpin daerah yang berani melampaui pakem normal.
“Kita butuh gubernur yang agak gila sedikit, seperti KDM. Karena di belakangnya ada jutaan umat, ada followers. Itu kekuatan politik untuk mengambil keputusan besar,” katanya.
Pernyataan Otong Rosadi mempertegas bahwa penanganan bencana di Sumatra Barat tidak cukup dengan istilah, status, atau pendekatan administratif semata. Yang dibutuhkan adalah keberanian memberi makna yang benar, melakukan koreksi ekologis secara serius, serta membangun kelembagaan khusus yang mampu bekerja cepat dan luar biasa—karena bencana yang dihadapi juga luar biasa. (*)














