WEBTORIAL

Peringati HUT ke-55, Bersama Membangun Payakumbuh Hebat dan Bermartabat

41
×

Peringati HUT ke-55, Bersama Membangun Payakumbuh Hebat dan Bermartabat

Sebarkan artikel ini
Wako Zulmaeta memberikan sambutan saat peringatan HUT Ke-55 Kota Payakumbuh yang digelar secara sederhana melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Payakumbuh, Selasa (17/12). IST

Ia mengajak masyarakat menjadikan sejarah kepemimpinan tersebut sebagai pelajaran untuk bekerja lebih bertanggung jawab demi generasi mendatang. Peringatan HUT Ke-55 juga menjadi momentum awal perjalanan kepemimpinan Wali Kota, Zulmaeta dan Wakil Wali Kota, Elzadaswarman untuk periode 2025–2030. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025, setelah Pilkada Serentak 2024. “Amanah ini bukan tugas yang ringan. Karena itu kami memohon dukungan, doa, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pada tahun pertama kepemimpinan, Pemko Payakumbuh diarahkan untuk fokus mendukung delapan program Quick Wins pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur.

Baca Juga  Sutan Riska Wakafkan Usia Muda untuk Dharmasraya

Di balik optimisme pembangunan, tantangan besar membayangi. Kebijakan efisiensi nasional dan rencana pengurangan transfer pusat ke daerah pada 2026 memaksa pemerintah daerah bekerja lebih cermat dan inovatif.

Salah satu persoalan paling mendesak adalah pemulihan pusat pertokoan Payakumbuh yang terbakar pada Agustus lalu. “Pemulihan kawasan ini membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Selain itu, pengelolaan sampah ditetapkan sebagai prioritas strategis yang tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan melalui perubahan sistem dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Baca Juga  Milad ke-98, Diniyyah Puteri Tetap Setia Mendidik Generasi dan Membangun Negeri

Rangkaian peringatan HUT Ke-55 Payakumbuh tahun ini juga berlangsung dalam suasana empati. Pemko Payakumbuh meniadakan kegiatan festival dan hiburan sebagai bentuk solidaritas terhadap daerah-daerah yang dilanda bencana di Sumatera Barat dan wilayah lainnya. “Kesederhanaan ini adalah pilihan moral sekaligus bentuk kepedulian sosial,” ucapnya.