Deny juga mengajak masyarakat terdampak untuk bersabar dan membuka ruang dialog. Menurutnya, komunikasi dan duduk bersama menjadi kunci untuk menemukan solusi terbaik di tengah keterbatasan.
“Kami berharap ada pengertian dari warga. Mari kita bicarakan bersama apa yang bisa diperbaiki dan dicarikan solusinya,” ujarnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkutat pada penyediaan hunian fisik, tetapi juga menyangkut aspek kenyamanan, psikologis, dan rasa aman warga terdampak.
Di tengah upaya pemulihan, pemerintah daerah dituntut tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga responsif terhadap suara dan kebutuhan masyarakat. (*)
WhatsApp Harianhaluan.id
+ Gabung





