Ia menerangkan bahwa hipnoterapi membantu relawan mengurai trauma dan stres berulang, menurunkan kelelahan emosional (burnout) dan menguatkan ketahanan mental agar tetap empatik tanpa hancur dari dalam.
“Karena relawan juga manusia. Merawat kesehatan mental mereka bukan pilihan tapi kebutuhan. Dengan hipnoterapi, relawan bisa pulih, berdaya dan terus hadir menolong dengan hati yang utuh”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Nasional KAWANMU, M. Arif An, yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, menjelaskan bahwa kehadiran KAWANMU merupakan respons strategis atas amanat Rapat Kerja Nasional Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah 2025.
“KAWANMU menjadi manifestasi revitalisasi gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah yang berfokus pada layanan berbasis komunitas, terutama dalam merespons situasi kebencanaan yang terus terjadi,” ucapnya.
Dalam konteks kebencanaan nasional, MPKS PP Muhammadiyah mendapat amanah sebagai penanggung jawab layanan psikososial dalam penanganan banjir di Pulau Sumatera. Untuk mendukung fase rehabilitasi pascabencana, MPKS menyiapkan 1.000 relawan KAWANMU yang akan diterjunkan secara bertahap.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menekankan pentingnya kapasitas relawan dalam menangani dampak psikologis bencana. “Kehadiran relawan bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memulihkan harapan, ketenangan dan semangat para penyintas, khususnya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” katanya.






