PADANG, HARIANHALUAN.ID – Akibat bencana hidrometeorologi yang tejadi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), turut menimbulkan kerusakan besar bagi infrastruktur, bangunan, dan yang lainnya.
Termasuk di Kota Padang, tidak hanya merusak berbagai jalan dan bangunan, fasilitas air bagi warga pun juga menjadi masalah. Namun, sejak ibu kota provinsi ini dilanda banjir bandang, setelahnya bantuan pun datang bertubi-tubi.
Salah satunya dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Adapun bantuan yang diberikan kampus itu bukan berupa pangan, tapi mesin penjernih air.
Bantuan tersebut datang pada Minggu (21/12) kemarin, di mana bantuan diterima langsung Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang, Didi Aryadi, di Posko Utama Tanggap Darurat di Rumah Dinas Wali Kota Padang.
Asisten II, Didi Aryadi, mengatakan bahwa bantuan ini sangat berfungsi dan akan bermanfaat langsung kepada masyarakat. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami yang terdampak bencana banjir,” ungkapnya.
Bantuan penjernih air diantarkan langsung oleh perwakilan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNDIP. Bantuan dari UNDIP itu sebagai wujud kepedulian dan kontribusi nyata untuk membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
“Insyaallah, masih akan menyusul mesin penjernih air lainnya dengan kapasitas yang lebih kecil dan akan segera diberangkatkan dari Semarang,” ungkap salah seorang perwakilan IKA UNDIP.
IKA UNDIP yang mewakili kampusnya ini berharap agar bantuan tersebut dapat membawa manfaat dan membantu masyarakat yang sampai saat ini sangat membutuhkan air bersih. Apalagi setelah banjir bandang lalu, sebanyak 100.000 pelanggan PDAM tidak mendapat asupan air bersih. (*)





