PADANG, HARIANHALUAN.ID – Sebanyak 60 orang mahasiswa Universitas Ekasakti (Unes) mengikuti kegiatan Program Penguatan Organisasi Kemahasiswaan (PPK Omawa) yang di buka Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd, Senin (29/12) di ruang sidang rektor Lt.1 Gedung Rektorat Unes. Â
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan PPK Omawa itu adalah mahasiswa dari 20 Program Studi yang ada dilingkungan Universitas Ekasakti dan Akademi Akuntansi Indonesia (AAI). Turut hadir dalam kegiatan ini utusan Menwa, UKM Seni PSM Unes, Mimbar Mahasiswa Unes, Himasi, HMM dan BEM Fakultas Hukum.
PPK Omawa ini diselenggarakan oleh Bidang Kemahasiswaan Wakil Rektor III Unes Dr. Susi Yuliastanti, M.M., selama satu hari dengan menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. Nita Yesirita, M.P., (Unes), Dr. Tia Ayuningrum, M.Pd., dan Lailatul Rahmi, M.Pd. (UNP).
Adapun materi yang diberikan narasumber, Prof. Dr. Ir. Nita Yesirita, M.P., adalah tentang penyusunan Proposal PKM 8 Bidang yaitu PKM, Panduan PKM Riset Eksakta, Panduan PKM Sosial, Panduan PKM Kewirausahaan, Panduan PKM Pengabdian Masyarakat, Panduan PKM Karsa Cipta, Panduan PKM Karya Inovatif dan Panduan Penerapan Iptek. Materi yang diberikan Dr. Tia Ayuningrum, M.Pd adalah Kunci menulis PPK Omawa yaitu Bentuk Tim, Kerjasama dengan Desa, Tentukan Topik, Buat Program dan Proposal, Lapor dan minta sapport Perguruan Tinggi.
Sedangkan Lailatul Rahmi, M.Pd. memberikan materi tentang Agenda Program Kemahasiswaan Nasional adalah Program Kreativitas Mahasiswa, PPK Ormawa, Lomba Inovasi Digital Mahasiswa, Gemastik, Pimnas, Abdidaya, LIDM dan Gemastik.
Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd. mengatakan dalam kegiatan progam penguatan omawa ini ada dua tema besar. Yang pertama program penguatan organisasi kemahasiswaan, itu ada 12 tema dan juga berkaitan dengan masalah program kreativitas mahasiswa ada 12 tema.
“Nanti didiskusikan dengan dosen pembimbing, yang penting adalah diambil saja satu tema adalah di desa, apa problemnya, apa dampaknya, apa teorinya,” kata rektor melalui relis tertulis yang diterima Haluan.
Bagi mahasiswa yang memperoleh juara 1, 2 dan 3 dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional akan diberikan fasilitas tidak usah membuat skripsi, karya ilmiah itu saja yang diuji. Kepada dosen pembimbing diminta mencari persoalan dan isu isu yang stategis menjadi perhatian dari pemerintahan desa serta memikirkan judulnya. Sekurang kurangnya melihat kerangka berpikirnya dan bagaimana caranya dan contoh tentang yang mendapat mendali emas tersebut.
“Kepada peserta kegiatan program penguatan organisasi kemahasiswaan ini agar mengikuti dengan sungguh sungguh dan penuh perhatian, sehingga dalam penyusunan proposal PKM nanti tidak mengalami kesulitan dan hambatan serta bisa diterima ikut lomba tingkat nasional nantinya,” ujarnya. (*)














