Konsumsi garam berlebih terbukti dapat meningkatkan tekanan darah, merusak pembuluh darah, dan menaikkan risiko penyakit jantung serta gangguan kardiovaskular lainnya.
4. Risiko diabetes dan obesitas meningkat
Tingginya kadar karbohidrat dalam mie instan dapat dengan cepat menaikkan gula darah jika dikonsumsi terlalu sering. Tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, hal ini berpotensi membuat berat badan naik dan memicu diabetes tipe 2. Pola makan yang tidak seimbang seperti ini juga berdampak kurang baik pada kesehatan metabolik secara keseluruhan.
5. Potensi gangguan pada ginjal
Tingginya kadar natrium dalam mie instan juga memberi beban tambahan pada ginjal. Organ ini harus bekerja lebih keras untuk mengolah dan membuang kelebihan natrium tersebut. Bila berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan hingga kerusakan ginjal pada jangka panjang.
6. Risiko usus buntu (mitos dan kekhawatiran yang sering muncul)
Meski tidak terbukti secara ilmiah bahwa mie instan langsung menyebabkan usus buntu, kebiasaan konsumsi mie tanpa diimbangi pola makan seimbang terutama kurang serat bisa membuat pencernaan tidak lancar. Kondisi inilah yang kerap memicu kekhawatiran terkait masalah usus, termasuk usus buntu. (*)





