Debit air yang mengalir ke arah lembaga pemasyarakatan tetap kuat, meski sesekali tidak tampak di permukaan karena tertutup material.
Fenomena yang oleh warga dikenal sebagai galodo berlangsung berulang sepanjang hari. Sedikitnya empat hingga lima kali luncuran material kembali terjadi di kawasan Batang Aia Muaro Pisang, Pasa Maninjau, sejak pagi hingga menjelang sore, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Kejadian susulan itu datang setelah longsor pertama pada waktu dini hari.
Beberapa luncuran bahkan terjadi saat tim masih melakukan penanganan di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Kendati demikian, tidak ada laporan korban jiwa.
Fokus utama petugas diarahkan pada penyelamatan penduduk, pengamanan jalur, serta memastikan titik-titik terdampak berada dalam pengawasan.
“Di sisi lain, kerusakan fisik cukup luas, empat rumah warga dilaporkan rusak berat, tiga kedai hancur, dua unit villa terdampak signifikan dan satu alat berat jenis ekskavator terjebak di tengah timbunan,” ujar Gafur. (*)





