PADANG, HALUAN – Kelab Penulis Muda Malaysia (KPMM) bersama beberapa Non Government Organization (NGO) dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia menyalurkan bantuan untuk penanganan banjir di Sumbar, Minggu (4/1/2026).
Ketua Rombongan yang juga Ketua Pengarah MSGA SDN BHD, Master Shiro yang datang langsung dari Kuala Lumpur mengatakan sejumlah NGO juga turut terlibat dalam penyaluran bantuan ini.
NGO yang turut terlibat adalah Yayasan Nur Ramlah, Persatuan Kitakan Kawan Malaysia, KRC, HAFASA Academy Jakarta, MSGA Singapura, dan MSGA Indonesia yang bekerjasama dengan Minang Maimbau Group of Company dan disokong oleh pihak Bupati Kabupaten Agam.
“Kerjasama ini adalah mencakup komunitas penulis dan sukarelawan yang mengambil inisiatif misi kemanusiaan membantu mangsa (korban) musibah banjir dan tanah runtuh (longsor) yang melanda Sumatera Barat, khususnya di kawasan Kabupaten Agam dan sekitar Tasik (Danau) Maninjau,” ujarnya.
Bantuan yang diserahkan adalah bantuan keperluan dasar untuk meringankan beban para korban bencana.
Diantaranya barangan makanan pokok, keperluan harian untuk keluarga yang terdampak, sumbangan, dukungan moral dan kebersamaan secara langsung kepada korban di pengungsian.
Bantuan ini diserahkan terus ke lokasi paling parah terdampak dengan didampingi pemerintah daerah setempat.
“Bagi pihak MSGA, ini bukan sekadar penghantaran bantuan, tetapi tanda solidariti dan empati sesama saudara serumpun. Kami turun sendiri ke lokasi bencana, bertemu mangsa (korban), mendengar luahan (keluh kesah) mereka dan menyampaikan doa serta semangat daripada penulis-penulis Malaysia dan Singapura,” ucap Master Shiro.
MSGA percaya, kehadiran dan kebersamaan langsung di lokasi bencana juga adalah satu bentuk bantuan yang sangat bermakna buat mangsa yang sedang trauma.
Ia berharap masyarakat Sumatera Barat terus kuat, tabah dan bersatu menghadapi ujian ini.
“Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan dipermudahkan, para mangsa (korban) diberikan kekuatan emosi, kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Kami juga berharap musibah ini menguatkan lagi semangat kemanusiaan dan persaudaraan serantau antara Indonesia, Malaysia dan Singapura,” ucap Master Shiro menutup. (h/yes)














