AGAM, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Agam menyalurkan bantuan paket pakaian lengkap sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di daerah itu.
Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan pascabencana.
Minggu (4/1), sebanyak 97 paket pakaian sekolah lengkap disalurkan kepada anak didik SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal bersama unsur pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dan lainnya.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal berharap, bantuan itu dapat memulihkan semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, terutama saat memasuki semester baru.
“Dengan disalurkannya bantuan ini, semoga anak-anak kita kembali bersemangat untuk sekolah memasuki semester baru pascabencana,” ujarnya.
Dia menegaskan, bantuan paket sekolah ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SDN 05 Kayu Pasak, tetapi juga bagi seluruh anak didik terdampak bencana di Kabupaten Agam.
“Ini sudah menjadi komitmen kita, bagaimana anak didik yang terdampak bencana sebulan lalu diberikan bantuan, supaya mereka tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang dan percaya diri,” katanya.
M Iqbal mengaku prihatin melihat kondisi anak-anak yang akan kembali masuk sekolah pascalibur semester, apalagi di tengah kondisi sekolah yang rusak bahkan masih ditempati pengungsi.
“Kita berupaya secepatnya membangun hunian sementara bagi pengungsi, agar sekolah-sekolah bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Terkait proses belajar mengajar, Pemkab Agam telah mengambil sejumlah kebijakan. Di antaranya dengan menggabungkan sementara kegiatan belajar siswa dari sekolah yang rusak ke sekolah lain, serta membangun sekolah darurat.
“Dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. Mereka adalah harapan orang tua dan bangsa ini di masa mendatang,” tegas Wabup.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri mengatakan bahwa terdapat beberapa sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda daerah itu.
“Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, kita akan membangun sekolah darurat. Selain itu, sebagian kegiatan belajar dipindahkan ke MDA, serta digabungkan dengan sekolah lain yang masih memungkinkan,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk penanganan sekolah-sekolah yang rusak itu, pihaknya akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat.
“Terkait sekolah yang rusak, kita akan meminta bantuan kepada pemerintah pusat, agar sekolah-sekolah ini bisa diperbaiki atau dibangun kembali,” ujarnya.
Andri juga menyebutkan, secara keseluruhan anak didik yang akan menerima bantuan paket sekolah di Kabupaten Agam lebih 1.800 orang dari seluruh jenjang pendidikan.
“Mereka berasal dari tingkat pendidikan PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA,” terangnya.
Melalui langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan meskipun berada dalam situasi pascabencana. (*)














