Untuk lingkaran hitam vaskular (Biru/Ungu) yang disebabkan karena kulit bawah mata yang tipis, perlu krim mata yang berfokus untuk mendukung mikrosirkulasi dan memperkuat dinding kapiler. Dokter menyarankan bahan utama krim yang mengandung kafein, Peptida, Vitamin K, dan formula dengan asam Traneksamat.
Sementara solusi untuk jenis lingkaran mata karena kulit kering, garis-garis halus, dan dukungan penghalang (skin barrier) karena penuaan, perlu krim mata yang meningkatkan kenyamanan dan kelembapan kulit sehingga membantu area tersebut tampak lebih halus. Bahan utama yang diperlukan yaitu Asam hialuronat, Ceramides, dan Squalane.
Bodkhe menyebut formulasi krim juga memainkan peran penting, yaitu cari yang tekstur ringan untuk memudahkan penyerapan, hasil akhir tidak berminyak, memberikan hidrasi yang stabil, sedikit atau tanpa pewangi untuk mengurangi risiko iritasi.
Untuk menenangkan kulit iritasi mulailah dengan pelembap dasar yang menghidrasi untuk mendukung skin barrier. Hindari bahan aktif yang kuat seperti Vitamin C, Retinol, atau asam pengelupas pada kulit yang teriritasi dan perkenalkan produk baru secara bertahap setelah area terasa tenang.
Dr. Bodkhe menyarankan jika ada salah satu tanda bahaya seperti rasa terbakar, kemerahan, mengelupas, pembengkakan dan kekeringan yang terus-menerus segera hentikan penggunaan dan selalu membaca kemasan dan daftar bahan. Ia juga memberikan tips untuk menghindari botol dengan rol karena aplikator logam atau keras dapat menarik atau menggores kulit halus.
“Aplikasikan dengan jari bersih dan berikan tekanan lembut,” katanya.
Selain mengandalkan krim mata, kebiasaan sehari-hari juga perlu diubah dengan tidur cukup untuk mencegah mata lelah, hidrasi stabil, mengelola alergi untuk mengurangi bengkak, dan menghapus riasan dengan lembut untuk mencegah penggelapan.
Mengoleskan tabir surya di sekitar area mata setiap hari juga sangat penting untuk melindungi dari pigmentasi terkait sinar matahari dan mendukung penuaan yang sehat. (*)





