Kabupaten Padang Pariaman diketahui menjadi salah satu daerah dengan dampak terparah akibat banjir dan longsor akhir 2025. Puluhan jembatan rusak, ratusan rumah hanyut atau roboh, serta ribuan hektare lahan pertanian terendam, memaksa banyak warga mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan.
“Melalui percepatan pembangunan huntara yang terus digenjot sejak awal 2026 ini, Polri berharap masyarakat terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka, sekaligus memulai lembaran baru dengan rasa aman dan optimisme di tengah proses pemulihan Sumatera Barat,” pungkasnya. (*)
WhatsApp Channel Harian Haluan
+ Gabung





