PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan menegaskan bahwa meskipun puncak musim hujan telah terlewati, Sumbar masih berada dalam periode curah hujan yang cukup tinggi. Secara klimatologis, potensi peningkatan curah hujan diperkirakan dapat kembali terjadi pada Maret hingga April 2026.
“Kita tidak boleh berhenti waspada. Curah hujan di Sumbar masih cukup tinggi, dan kejadian hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 milimeter kini semakin sering terjadi,” katanya, Jumat (2/1).
Ia menambahkan, kondisi Sumbar yang berada di wilayah ekuator dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat daerah ini menerima suplai uap air yang besar. Suhu muka laut yang tinggi turut meningkatkan peluang terbentuknya cuaca ekstrem, sehingga seluruh pihak diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan di Sumbar masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, dengan potensi curah hujan yang masih fluktuatif.
Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras, mempersiapkan tas siaga, serta rutin memantau peringatan dini cuaca. Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan bersama di awal tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Era Sukma Munaf menjelaskan, karakter wilayah Sumbar membuat daerah ini sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Sungai-sungai yang pendek dan berbatu menyebabkan aliran air bergerak cepat saat hujan deras terjadi.
“Struktur wilayah kita ini bukit, sawah, dan sungai. Sungai kita pendek tapi terjal. Aliran yang muncul sekarang sejatinya adalah alur sungai lama. Alam sedang mengambil kembali miliknya,” ujar Era.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar lebih berhati-hati, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Jika kondisi tidak memungkinkan dan hujan masih tidak menentu, masyarakat diminta mempertimbangkan evakuasi sementara demi keselamatan jiwa. BPBD Sumbar, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, BMKG, serta forum kebencanaan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan di sejumlah daerah.














