PADANG, HARIANHALUAN.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengunjungi SMA 12, Gurun Laweh, Nanggalo, Kota Padang, Senin (5/1/2026). Kunjungan tersebut untuk memastikan langsung kesiapan proses belajar mengajar semester genap pasca bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat (Sumbar).
Atip memulai agenda kunjungannya dengan bertindak sebagai pembina upacara bendera dan menegaskan komitmen pemerintah dalam keberlanjutan pendidikan di tengah kondisi darurat.
Atip menjelaskan bahwa kunjungannya ke Kota Padang merupakan bagian dari rangkaian pemantauan pemulihan pendidikan di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar Pemerintah pusat ingin melihat langsung kesiapan pembelajaran di awal tahun ini guna memberikan solusi cepat bagi sekolah-sekolah yang hingga kini masih berjuang memulihkan diri.
Kemendikdasmen telah mengkategorikan kerusakan fasilitas pendidikan menjadi tiga tingkatan yakni ringan, sedang, dan berat. Untuk sekolah dengan kerusakan ringan, proses pembersihan telah dinyatakan rampung, sementara kategori sedang akan segera mendapatkan penanganan rehabilitasi fisik secara bertahap.
“Adapun yang rusak berat dan saat ini tidak bisa digunakan lagi, insyaallah akan kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun ini. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk membangun kembali gedung yang roboh agar para siswa bisa kembali belajar di ruang yang layak,” ujarnya
Selain itu, adanya opsi relokasi bagi sekolah yang berada di zona merah rawan bencana sesuai dengan rekomendasi BNPB. Jika lahan sekolah saat ini dinyatakan tidak lagi layak atau terlalu berisiko untuk ditempati kembali, maka pemerintah akan mengambil langkah pemindahan lokasi sekolah ke area yang lebih stabil demi keselamatan jangka panjang.
“Untuk di Sumbar ada 50 sekolah yang menjadi prioritas dalam program revitalisasi pasca bencana,” ujarnya.





