Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
SUMBAR

Kelab Penulis Muda Malaysia Bantu Korban Banjir di Sumbar

0
×

Kelab Penulis Muda Malaysia Bantu Korban Banjir di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Kelab Penulis Muda Malaysia (KPMM) bersama beberapa Non Government Organization (NGO) dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia menyalurkan bantuan untuk penanganan banjir di Sumbar, Minggu (4/1). YESSI

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Kelab Penulis Muda Malaysia (KPMM) bersama beberapa Non Government Organization (NGO) dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia menyalurkan bantuan untuk penanganan banjir di Sumbar, Minggu (4/1).

Ketua Rombongan yang juga Ketua Pengarah MSGA SDN BHD, Master Shiro yang datang langsung dari Kuala Lumpur mengatakan sejumlah NGO juga turut terlibat dalam penyaluran bantuan ini.

NGO yang turut terlibat adalah Yayasan Nur Ramlah, Persatuan Kitakan Kawan Malaysia, KRC, HAFASA Academy Jakarta, MSGA Singapura, dan MSGA Indonesia yang bekerja sama dengan Minang Maimbau Group of Company dan disokong oleh pihak Bupati Kabupaten Agam.

Baca Juga  Sudah Bertahun-Tahun, Namun Dua Kasus Korupsi di Polresta Padang Masih Mangkrak

“Kerja sama ini adalah mencakup komunitas penulis dan sukarelawan yang mengambil inisiatif misi kemanusiaan membantu mangsa (korban) musibah banjir dan tanah runtuh (longsor) yang melanda Sumatera Barat, khususnya di kawasan Kabupaten Agam dan sekitar Tasik (Danau) Maninjau,” ujarnya. 

Bantuan yang diserahkan adalah bantuan keperluan dasar untuk meringankan beban para korban bencana. Diantaranya barangan makanan pokok, keperluan harian untuk keluarga yang terdampak, sumbangan, dukungan moral dan kebersamaan secara langsung kepada korban di pengungsian.

Baca Juga  Januari-Februari, Pencaker di Kota Padang Sebanyak 7.000 Orang

Bantuan ini diserahkan terus ke lokasi paling parah terdampak dengan didampingi pemerintah daerah setempat.

“Bagi pihak MSGA, ini bukan sekadar penghantaran bantuan, tetapi tanda solidariti dan empati sesama saudara serumpun. Kami turun sendiri ke lokasi bencana, bertemu mangsa (korban), mendengar luahan (keluh kesah) mereka dan menyampaikan doa serta semangat daripada penulis-penulis Malaysia dan Singapura,” ucap Master Shiro.