AGAM, HARIANHALUAN.ID — Total kerugian dampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam menembus angka Rp6,5 triliun lebih, menyusul massif nya berbagai kerusakan yang dialami, baik rumah warga,berbagai sarana vital, baik jalan, jembatan, sarana irigasi, areal persawahan yang banyak tidak berfungsi, sarana ibadah, sarana pendidikan dan berbagai dampak lain.
Dari total kerugian Rp6,5 triliun lebih itu, terutama dampak hancurnya 1.729 rumah dengan berbagai tingkatan kerusakan, areal pertanian dengan bentangan areal yang rusak lebih dari 2.000 hektar, dengan 500 hektar lahan produktif beralih menjadi lahan yang sama sekali tidak bisa difungsikan lagi, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp123 miliar.
Dampak bencana banjir bandang, banjir dan tanah longsor yang menghantam 13 dari 16 kecamatan yang ada di kabupaten Agam itu, juga menyebabkan kerugian besar disektor perikanan dan peternakan,termasuk sarana prasarana vital baik jalan, jembatan, irigasi dan berbagai jenis sarana yang selama ini dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi warga.
“Dampak kerusakan dan kerugian yang dialami sangat besar, dan berpotensi bertambah, menyusul adanya 14 rumah warga dalam kondisi terancam saat ini, termasuk masih tingginya potensi curah hujan yang dikuatirkan akan memicu dampak terhadap sarana lain, “sebut Rahmad Lasmono, Kalaksa BPBD Agam dalam laporannya saat pencabutan status tanggap darurat bencana dan peralihan ke fase transisi pemulihan di aula kantor Bupati Agam, Senin, (5/1/2026).
Disebutkan, saat ini upaya penanganan dan proses bantuan sesuai tahapan sudah digulirkan pemerintah, terutama penanganan pembersihan material longsor dan banjir bandang di berbagai kecamatan, pembangunan jembatan darurat, pembangunan hunian sementara dan upaya penanganan lain.
Khusus untuk hunian sementara, dijelaskan Rahmad Lasmono, sesuai rencana di Kecamatan Palembayan akan dibangun di tiga titik, yakni lapangan sepakbola SDN 05 Kayu Pasak, Padang Gantiang, dan Lapangan Jajaran Tamtaman.
Sementara di Kecamatan IV Koto, huntara direncanakan berlokasi di Ujuang Bancah, Balingka. Di Kecamatan Malalak, huntara akan dibangun di lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca. Di Kecamatan Palupuah, direncanakan di dua titik, yakni Lapangan Pakan Salasa Jorong Guntuang dan Bateh Gadang.
Sedangkan di Kecamatan Tanjung Raya, huntara akan dibangun di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, serta di kawasan objek wisata Linggai, Muko-Muko, Nagari Tanjung Sani.
Sementara untuk pembersihan dan normalisasi sungai material banjir bandang, BPBD Agam menyebutkan membutuhkan sebanyak 63 unit alat berat jenis ekskavator yang akan difokuskan di empat kecamatan, yaitu Palembayan, Palupuah, Malalak, dan Tanjung Raya.
Saat ini, alat berat sudah menyebar di berbagai lokasi, terutama di kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Matur, IV Koto dan Palupuah, yang masih terus membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan, aliran sungai dan berbagai sarana lain.
(*)





