Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 7 Januari 2026

2
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 7 Januari 2026

Sebarkan artikel ini
Banjir yang melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (6/1). Sumber foto : BPBD Kabupaten Nunukan

Bencana hidrometeorologi juga menerjang Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Banjir merendam 10 desa yang berada di 3 kecamatan di wilayah tersebut pada Minggu (4/1). Adapun kecamatan terdampak yakni Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, dan Kecamatan Sebuku.

Sebanyak 4.461 jiwa terdampak peristiwa tersebut. Meski terdampak, tidak ada warga yang mengungsi dikarenakan rumah warga yang didesain rumah panggung sehingga air tidak masuk ke dalam rumah. Sementara warga juga telah menyiapkan sampan atau perahu untuk kendaraan saat banjir.

Sementara kerugian materiil mencakup 9 unit sekolah terendam, 9 fasilitas kesehatan terdampak, dan 2 unit fasilitas ibadah terdampak. BPBD Kabupaten Nunukan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan banjir serta melakukan asesmen. Hingga Selasa (6/1) banjir dilaporkan belum surut.

Baca Juga  Jadi Pembina Upacara HUT ke-78 RI, Rivan A. Purwantono Sampaikan Refleksi Kemerdekaan bagi Jasa Raharja

Update Banjir Bandang Sitaro

Proses pencarian tiga orang yang masih hilang dalam peristiwa banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara dilanjutkan pada hari ini Rabu (7/1). Data sementara, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sebanyak 16 jiwa. Enam korban meninggal sudah berhasil teridentifikasi, sementara 10 lainnya masih dalam proses.

Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.

Baca Juga  Banjir Terjang Kabupaten Berau, Dua Orang Meninggal Dunia

Banjir bandang juga menimbulkan kerusakan infrastruktur di antaranya tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.