SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Usaha kopi masih menjadi salah satu pilihan bisnis yang menjanjikan. Tak heran dalam perkembangannya, bisnis kopi terus bertumbuh di semua kalangan. Ada yang mendirikan kedai kopi, usaha bubuk kopi, kerajinan dari biji kopi, dan yang lainnya.
Meskipun begitu, maraknya bisnis kopi sekarang ini tentu juga akan berdampak kepada tingginya daya saing produksi dan penjualan. Semua bisnis kopi terus memberikan daya jualnya masing-masing agar bisnisnya tetap berjalan. Seperti halnya usaha bubuk Kopi Janggut.
Usaha bubuk Kopi Janggut ini terletak di Sungai Lambai, Kecamatan Sangir, Solok Selatan. Usaha bubuk Kopi Janggut menjadi salah satu kopi terbaik di Solok Selatan. Bukan hanya karena mempertahankan kualitas rasanya saja, namun Kopi Janggut juga menjadi usaha bubuk kopi tertua yang ada di Solok Selatan.
Pemilik usaha bubuk Kopi Janggut, Maiyulis (61) mengatakan, bahwa Kopi Janggut sudah berdiri pada tahun 1930 di Solok Selatan. Maiyulis yang akrab disapa Buk Tis itu juga merupakan generasi ke-3 dari dari pemilik usaha kopi tersebut.
“Kopi Janggut ini dinamai karena yang merintis pertama usaha ini adalah kakek saya yang bernama Saleh. Saleh sering disapa oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Pak Jangguik, karena beliau memang berjanggut. Dia berasal dari Saniang Baka Solok dan menikahi nenek saya yang berasal dari Alahan Panjang. Demi mendapatkan kehidupan yang layak, maka mereka merantau ke Solok Selatan,” ujarnya kepada Haluan, Jumat (2/1).
Pada masa itu, sambung Buk Tis, daerah Solok Selatan telah menjadi jalur penting yang sering dilalui oleh orang-orang, termasuk penjajahan dari Belanda. Melihat keramaian itu, Pak Jangguik yang telah menanam kopi ketika itu, lantas membangun warung kopi kecil-kecilan.













