EkBis

Kopi Janggut, Eksistensi Kopi Tertua di Solok Selatan

8
×

Kopi Janggut, Eksistensi Kopi Tertua di Solok Selatan

Sebarkan artikel ini

Setelah Rajiah pun sudah berangsur tua dan tidak dapat lagi mengelolanya secara tekun, barulah Buk Tis alias Maiyulis ini yang melanjutkan usahanya pada menjelang tahun 2000-an. Zaman yang terus berkembang, di tangan Buk Tis usaha bubuk Kopi Janggut terus mengalami kemajuan. Untuk mengembangkan usaha bubuk kopinya itu, Buk Tis pun mengikuti berbagai macam pelatihan guna meningkatkan usahanya.

“Salah satunya pada tahun 2015 saya mengikuti Sosialisasi Pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual di Kota Padang. Selanjutnya saya juga mengurus izin usahanya, mulai dari hak cipta dan juga label halalnya. Dan sekarang usaha bubuk Kopi Janggut pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zamannya,” katanya lagi.

Baca Juga  Srikandi TelkomGroup Edukasi tentang Korelasi Keluarga Sehat dengan Produktivitas Kerja

Maiyulis sendiri dalam mengelola usaha tersebut memang sudah menggunakan teknologi mesin. Meskipun begitu, sebagai daya jual dan mempertahankan cita rasanya, ada beberapa tahapan dalam produksinya yang dilakukan dengan tradisional, seperti penggilingan.

Dalam penjualannya sendiri, Maiyulis menggunakan sebuah gerai untuk penjualan kopinya. Dengan dibantu anak-anaknya, usaha bubuk Kopi Janggut akhirnya juga merambah pemasarannya secara online di media sosial dan juga toko online.

Alhamdulillah, berkat eksistensi usaha bubuk Kopi Janggut yang terus terjaga, penjualannya pun semakin menyebar. Mulai dari penempatan di mini market, penjualan ke luar daerah, dan bahkan pelanggan tetap, dan yang lainnya. Kemudian usaha ini juga memilki reseller,” kata Buk Tis alias Maiyulis tersebut.

Baca Juga  TVRI Sumbar Peringati HUT ke-27

Ke depannya, Buk Tis berharap agar pengelolaannya dapat terus dioptimalkan dengan baik agar tetap menjadi usaha yang diunggulkan. Kemudian Buk Tis juga ingin usaha bubuk Kopi Janggut ini tetap hidup dan memiliki generasi selanjutnya yang diharapkannya dapat dilanjutkan langsung oleh anak-anaknya. Bukan karena menjaga nama dan sejarahnya begitu saja, akan tetapi usaha kopi juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Solok Selatan, yang tentu berpotensi besar terhadap pengembangan dan pengelolaannya ke depan. (*)