Pendekatan empati juga penting diajarkan sejak dini. Saat anak berbuat salah, orang tua disarankan melatih empati ketimbang langsung memberikan hukuman. Misalnya, dengan menjelaskan bahwa temannya akan merasa sedih jika mainannya diambil. Dengan tumbuhnya empati, anak akan lebih memahami perasaan orang lain dan mempertimbangkan konsekuensi sebelum bertindak.
Sebelum menerapkan disiplin, orang tua perlu bersikap konsisten dan menjadi teladan yang baik. Apresiasi melalui pujian atau kalimat penyemangat, seperti “Terima kasih sudah membantu” atau “Kamu hebat hari ini,” dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak dan membuatnya semakin senang menjalani aturan yang diterapkan. (*)
Grup WhatsApp harianhaluan.id
+ Gabung





