Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
NASIONAL

BNPB Bersama Pemda Penuhi Kebutuhan Sarana Prasarana Sekolah Terdampak Bencana di Aceh

2
×

BNPB Bersama Pemda Penuhi Kebutuhan Sarana Prasarana Sekolah Terdampak Bencana di Aceh

Sebarkan artikel ini
Pendirian tenda peleton BNPB untuk sekolah darurat di Desa Sekualan, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (6/1).

ACEH TIMUR, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar bagi siswa-siswi yang berada di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Hal itu seperti yang terlihat di Desa Sekualan, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, pada hari Selasa (6/1).

Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Lokop, sebelumnya terdampak banjir. Gedung sekolah beserta sarana dan prasarana lainnya tidak bisa lagi dipakai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pada hari pertama sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026 kemarin, siswa-siswi ini hanya bisa belajar dengan alas terpal beratapkan langit.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia Pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026

Pihak sekolah kemudian meminta kepada pemerintah untuk diberikan sarana penunjang sekolah darurat. Merespon hal itu, BNPB bersama unsur pemerintah daerah yang meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur dan personel TNI bergerak menuju lokasi membawa tenda peleton dan kebutuhan lainnya.

Setibanya di sana, tenda berukuran 6×12 meter didirikan, berikut alas tikar terpal dan sarana prasarana penunjang lainnya. Pada akhirnya, siswa-siswi ini memiliki tempat bersekolah yang lebih layak dari sebelumnya.

Baca Juga  Menerjemahkan Kesepakatan Global di Tingkat Lokal Menuju Resiliensi Berkelanjutan

Hal serupa juga dilakukan BNPB untuk SD IT An-Nur, yayasan Teungku Chiek Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Pada hari Senin (5/1), sekolah ini mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar semester genap TA 2025/2026.

Tatap muka antara guru dan siswa kali ini tak seperti biasanya. Gedung-gedung sekolah untuk anak-anak PAUD, SD dan SMP tidak bisa dipakai karena banjir. Maka dari itu, kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan di bawah tenda peleton yang telah disiapkan oleh BNPB bersama pemda setempat.