Sebagai daerah dengan potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit, Pasbar dinilai memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Sumbar. Ke depan, pengelolaan sektor tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta perlindungan petani dan pelaku usaha kecil.
Gubernur juga menyoroti Pelabuhan Teluk Tapang sebagai aset strategis daerah yang perlu dioptimalkan secara bertahap dan terencana melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan para pemangku kepentingan.
“Optimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Teluk Tapang perlu menjadi perhatian serius kita bersama untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperkuat konektivitas wilayah pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Mahyeldi mengingatkan masih adanya tantangan kerentanan bencana hidrometeorologi seperti banjir, abrasi, dan cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta pembangunan yang berwawasan lingkungan.
“Memasuki usia ke-22, Pasaman Barat diharapkan semakin mantap dalam menentukan arah pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto menyampaikan peringatan HUT ke-22 mengusung semangat keberlanjutan pembangunan menuju Pasaman Barat yang lebih maju dan sejahtera. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai refleksi atas perjalanan daerah sejak resmi berdiri pada 7 Januari 2004.





