SAWAHLUNTO

Pemko Sawahlunto Terima Audiensi Kepala Lapas Narkotika

2
×

Pemko Sawahlunto Terima Audiensi Kepala Lapas Narkotika

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menerima audiensi Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto Ressy Setiawan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri, Selasa (6/1)

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.ID — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menerima audiensi Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto Ressy Setiawan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri sebagai langkah memperkuat sinergi fungsional antar lembaga di Balaikota, Selasa (6/1).

Audiensi tersebut membahas penyesuaian kebutuhan sarana gedung pemasyarakatan agar lebih mendukung fungsi pelayanan, pembinaan, dan pengamanan, seiring dengan dinamika jumlah serta karakteristik warga binaan yang memerlukan pengelolaan yang adaptif.

Dalam pertemuan tersebut, Ressy Setiawan memaparkan program pembinaan warga Lapas Narkotika Sawahlunto melalui kegiatan produktif yang bernilai ekonomis, menyehatkan jasmani dan rohani, serta melatih keterampilan kerja sebagai bekal kemandirian pasca pembinaan.

Baca Juga  Buka Layanan Poli Sore, Inovasi Puskesmas Sungai Durian Tingkatkan Pelayanan

“Salah satu contoh konkret yakni produksi batik tangsi oleh warga binaan yang saat ini pemasarannya telah menjangkau antar provinsi, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis produktivitas mampu memberi nilai tambah ekonomi dan sosial,” ungkap Kalapas Ressy.

Sementara itu, Wali Kota Riyanda Putra menyebut bahwa Pemko Sawahlunto siap bersinergi dengan jajaran pemasyarakatan melalui pemanfaatan peran dan kewenangan masing-masing.

“Dengan adanya kolaborasi antar lembaga, bisa saling menguatkan dan memberi dampak nyata bagi pembinaan warga binaan serta ketertiban sosial,” tutur dia.

Baca Juga  Jadi Pusat Produsen Songket Silungkang, Desa Silungkang Oso Ikut Serta di Iven SISSCA

Dalam pertemuan turut dibahas kebutuhan penambahan jumlah personel pemasyarakatan guna menjaga keseimbangan antara aspek keamanan, pelayanan, dan pembinaan, sehingga kinerja pemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (*)