PADANG, HARIANHALUAN.ID – Masyarakat Kota Padang masih berjuang memulihkan diri pascabencana alam yang melanda beberapa minggu lalu. Namun di tengah kondisi sulit tersebut, dugaan praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi justru mencuat dan kian meresahkan warga.
Pantauan di SPBU 14.251.525 Air Pacah, sejumlah mobil box modifikasi diduga kuat digunakan untuk menimbun BBM subsidi jenis solar.
Mobil-mobil tersebut diketahui telah dimodifikasi dengan tandon (tekmon) berkapasitas besar di dalam bak, yang mampu menampung 3 hingga 5 ton solar dalam sekali pengisian.
Aktivitas ini terbongkar setelah warga mencurigai keberadaan mobil box “siluman” yang hilir mudik mengantre solar subsidi dalam beberapa hari terakhir. Pola pergerakan kendaraan tersebut dinilai tidak wajar dan berbeda dengan kendaraan niaga pada umumnya.
AR (47), warga setempat, mengungkapkan bahwa sebelumnya antrean di SPBU tersebut didominasi kendaraan barang, minibus, dan dump truk yang jelas peruntukannya.
“Beberapa minggu lalu masih normal, apalagi menjelang tahun baru. Tapi sekarang mulai muncul mobil box yang aneh, tidak seperti mobil box biasa,” ujarnya.
Kecurigaan warga semakin kuat karena plat nomor kendaraan kerap berganti-ganti, mulai dari BM, BK hingga BA, seolah sengaja mengelabui pengawasan.














