Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Cegah Banjir Susulan Akibat Pendangkalan, Normalisasi Sungai di Sumbar Dikebut

1
×

Cegah Banjir Susulan Akibat Pendangkalan, Normalisasi Sungai di Sumbar Dikebut

Sebarkan artikel ini
Pemerintah mengebut upaya normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumbar akhir November 2025 lalu. Puluhan alat berat telah dikerahkan ke lapangan. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 lalu telah menyebabkan terjadinya pendangkalan parah di sejumlah aliran sungai. Guna mencegah terjadinya banjir susulan, terutama di wilayah yang dekat dengan daerah aliran sungai (DAS), normalisasi sungai menjadi salah satu upaya mendesak yang perlu dikebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Naryo Widodo mengatakan, pihaknya telah menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan dan normalisasi sungai di wilayah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 34 unit alat berat telah beroperasi dari total 50 unit yang direncanakan.

Baca Juga  Ratusan KUD Sumbar Mati Suri, Rahmat Saleh: Program Diskop UMKM Jangan Hanya Seremonial!!

Alat berat tersebut disebar di 11 titik kabupaten/kota yang mengalami dampak banjir cukup parah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat sekaligus upaya pengurangan risiko banjir ke depan.

Adapun daerah yang menjadi lokasi pengerahan alat berat meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang Panjang, serta Kota Padang. “Alat sudah diturunkan sebanyak 34 dari 50 yang direncanakan untuk 11 titik kabupaten/kota terdampak,” kata Naryo kepada Haluan, Rabu (7/1).

Baca Juga  PLN Payakumbuh, “Marandang Jo Kompor Induksi”

Ia menjelaskan, pengerahan alat berat difokuskan pada sungai-sungai yang mengalami pendangkalan parah akibat material banjir berupa lumpur, pasir, dan kayu. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aliran air dan meningkatkan potensi luapan saat hujan kembali turun.

Selain pengerukan, BWS Sumatera V juga melakukan penataan alur sungai dan pembersihan material sisa banjir di sejumlah titik rawan. Naryo menegaskan, sisa alat berat yang belum diturunkan akan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan lapangan dan perkembangan kondisi cuaca di masing-masing daerah. (*)