PASAMAN,HARIANHALUAN.ID — Kasus penganiayaan terhadap seorang lansia bernama Saudah (67) di Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, mulai menemui titik terang. Tersangka berinisial IS (26) akhirnya angkat bicara dan mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang dilakukannya.
Dalam keterangannya kepada awak media, IS mengaku sangat menyesali perbuatannya dan menyebut tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi emosi yang memuncak. Ia menegaskan bahwa penganiayaan itu dilakukan seorang diri, bukan secara berkelompok seperti isu yang sempat berkembang di masyarakat.
IS juga mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Menurutnya, konflik yang terjadi dipicu persoalan sengketa tanah keluarga yang telah berlangsung lama, disertai hubungan yang tidak harmonis antara dirinya dan Nenek Saudah.
“Saya khilaf. Emosi saya sudah memuncak karena masalah tanah dan perlakuan yang saya terima selama ini. Keluarga saya juga sering dimaki-maki,” ujar IS.
Ia mengaku kerap menerima kata-kata kasar dan ancaman dari korban. Bahkan, IS menyebut bahwa di masa lalu dirinya pernah diserang menggunakan parang oleh Nenek Saudah, serta menyatakan bahwa perilaku serupa juga pernah dialami warga sekitar.














