Banjir juga berdampak signifikan di Kecamatan Kilo. Di Desa Lasi, sekitar 100 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Desa Kramat mencatat 50 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air serupa, demikian pula di Desa Mbuju yang terdampak terhadap 50 kepala keluarga. Sementara itu, di Kecamatan Pajo, banjir merendam Desa Lepadi, termasuk Pondok Pesantren Al Ihwan. Satu unit fasilitas pendidikan tersebut terendam dengan tinggi muka air sekitar 30–50 sentimeter.
Secara keseluruhan, jumlah sementara warga terdampak mencapai 314 kepala keluarga, dengan 314 unit rumah terendam. Data ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Menyikapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Dompu telah melakukan pelaporan dan penyebaran informasi, serta menurunkan anggota Tim Reaksi Cepat untuk melakukan asesmen dampak bencana di lokasi terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat kecamatan dan desa, serta lintas sektor terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur, dampak pada lahan pertanian, serta penanganan kesehatan masyarakat pascabencana.
Genangan banjir di wilayah terdampak dilaporkan mulai surut. Namun demikian, berdasarkan pembaruan peringatan dini BMKG pada pukul 18.40 hingga 21.40 Wita, masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Dompu dan sekitarnya.
Update Banjir Bandang Sitaro
Memasuki hari keempat pascabencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), hingga kini proses penanganan darurat masih terus dilakukan. Operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak, serta penyaluran bantuan logistik tetap menjadi prioritas utama di wilayah terdampak.
Berdasarkan update pada Kamis (8/1), jumlah korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang, termasuk satu korban anak yang ditemukan pada Rabu, (7/1). Dari total tersebut, sebagian korban telah teridentifikasi, sementara sembilan korban lainnya masih dalam proses pendataan dan identifikasi oleh petugas.
Selain korban meninggal dunia, dilaporkan terdapat dua orang korban yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.





