Jumat, 9 Januari 2026
harianhaluan.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA
harianhaluan.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
HOME OPINI

Teruslah Berkepentingan dengan Sungai

Editor: Atviarni
Kamis, 08/01/2026 | 16:04 WIB
Muhammad Nazri Janra (Dosen Departemen Biologi Fakultas MIPA Unand)

Muhammad Nazri Janra (Dosen Departemen Biologi Fakultas MIPA Unand)

ShareTweetSendShare

Oleh: Muhammad Nazri Janra (Dosen Departemen Biologi Fakultas MIPA Unand)

Semenjak banjir besar yang melanda Sumatera Barat bersama dengan dua provinsi lainnya sebulan lebih yang lalu, boleh dikata kalau banyak infrastruktur masyarakat yang belum benar-benar pulih. Rumah-rumah penduduk terdampak, jika tidak rusak atau hancur, banyak yang terendam lumpur yang makin mengering, yang justru makin susah untuk dibersihkan.

Sarana transportasi seperti jalan dan jembatan juga banyak yang rusak oleh aliran air, sehingga menimbulkan gangguan pada perpindahan manusia dan barang. Fasilitas lain yang tak kalah penting dan terdampak akibat banjir adalah air bersih yang digunakan untuk keperluan konsumsi serta kepentingan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Sampai saat ini, di banyak tempat yang terpengaruh bencana, ketersediaan air bersih, terutama yang bergantung pada instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih mengalami gangguan. Banjir dahsyat di akhir bulan November tahun lalu tersebut mempengaruhi reservoir dan sarana pengolahan air, sehingga proses perbaikannya berdampak pada berkurangnya pasokan air ke rumah-rumah secara signifikan.

Baca Juga  Perlu Kategori Baru: “Bencana Regional”

Kebutuhan terhadap air bersih dengan syarat minimum konsumsi (tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa) adalah kebutuhan pelak bagi setiap orang. Sehingga kerusakan sarana prasarana penyaluran air bersih akibat bencana banjir menyebabkan anggota masyarakat berusaha untuk mencukupinya dengan berbagai cara.

Bagi yang memiliki sumur atau sumur bor yang digerakkan dengan tenaga listrik, air untuk konsumsi bisa diambil dari dalam tanah. Secara temporal, air juga bisa tersedia saat hujan meski tentunya tidak bisa selalu diandalkan, karena tidak selalu setiap hari hujan turun. Begitu pula dengan mengambil air ke tempat-tempat yang dinilai memiliki kelebihan, seperti ke tetangga yang memiliki sumur bor, masjid, atau fasilitas umum yang bisa berbagi. Bagi yang memiliki kelebihan dana, bisa membeli air bersih yang dibawa dengan mobil tangki.

Baca Juga  Generasi Viral, Lupa Asal Budaya Lokal dalam Kepungan Media Sosial

Untungnya, Kota Padang dan banyak wilayah di Sumatera Barat lainnya, sungai adalah lanskap yang selalu ada memintas di antaranya. Kawasan Sumbar yang kebetulan berada di sisi barat pulau (dan Pegunungan Bukit Barisan), biasanya memiliki aliran sungai yang lebih pendek, arus lebih deras, serta tidak terlalu dalam, karena segera bermuara ke Samudera Hindia yang tidak lebih lebih dari 50 kilometer ke arah barat dari titik pusat pegunungan yang membelah Pulau Sumatera tersebut.

Laman 1 dari 2
12Next
Tags: Opini
ShareTweetSendShare

BacaJuga

Prabowo dan Purbaya : Optimisme Nasional di Dunia yang Terbelah

Jumat, 09/01/2026 | 10:16 WIB

Menculik Presiden: Amerika, Maduro, dan Kekerasan Struktural Dunia

Rabu, 07/01/2026 | 09:41 WIB

2025 dan Air yang Tak Pernah Netral, Refleksi Marxian atas Bencana di Sumatera Barat

Senin, 05/01/2026 | 13:44 WIB

“Penjarahan” Pascabencana Hidrometeorologi di Sumatera: Membaca Fenomena Sosial Hukum dari Kacamata Sosiologi Hukum

Sabtu, 03/01/2026 | 17:09 WIB

Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers

Kamis, 01/01/2026 | 18:54 WIB

Negara, Organisasi, dan Jabatan

Selasa, 30/12/2025 | 16:26 WIB

HALUANePaper

Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

HALUANOPINI

OPINI

Prabowo dan Purbaya : Optimisme Nasional di Dunia yang Terbelah

Jumat, 09/01/2026 | 10:16 WIB

SelengkapnyaDetails
Muhammad Nazri Janra (Dosen Departemen Biologi Fakultas MIPA Unand)

Teruslah Berkepentingan dengan Sungai

Kamis, 08/01/2026 | 16:04 WIB

Menculik Presiden: Amerika, Maduro, dan Kekerasan Struktural Dunia

Rabu, 07/01/2026 | 09:41 WIB

2025 dan Air yang Tak Pernah Netral, Refleksi Marxian atas Bencana di Sumatera Barat

Senin, 05/01/2026 | 13:44 WIB

“Penjarahan” Pascabencana Hidrometeorologi di Sumatera: Membaca Fenomena Sosial Hukum dari Kacamata Sosiologi Hukum

Sabtu, 03/01/2026 | 17:09 WIB

HALUANTERPOPULER

  • Tersangka IS, pelaku penganiayaan Nenek Saudah

    Pengakuan Tersangka Ungkap Motif Penganiayaan Nenek Saudah di Lubuk Aro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Tindak Tambang Emas Ilegal di Hulu Sungai Batang Penadah Tapan, Sejumlah Alat Disita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Terang dalam Pemberitaan Dugaan Mafia Solar, Etika Pers dan Asas Hukum Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Pasaman Welly Suhery Lantik 22 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi, Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyalahguna Sabu di Ranah Pesisir Pessel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
harianhaluan.id

Kantor Redaksi dan Bisnis:
Jln. Prof Hamka (Komp. Bandara Tabing - Lanud St. Syarir) - Kota Padang - Sumatera Barat (25171)

  [email protected]

  Redaksi: 08126888210 (Nasrizal)
  Iklan: 081270864370 (Andri Yusran)

Instagram Harianhaluan Post

  • PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau ruas jalan provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi di Polongan Anam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Rabu (7/1). Ada tiga titik ruas jalan yang mengalami kerusakan parah.

Ruas jalan ini merupakan akses penghubung utama masyarakat dari arah Simpang Ampek, Kabupaten Pasbar menuju Lubuak Sikapiang, Kabupaten Pasaman. “Ada tiga titik yang mengalami kerusakan cukup parah, dua titik mengalami terban dan satu titik lainnya putus akibat longsoran,” ujar Mahyeldi saat meninjau lokasi.

Terkait langkah penanganan, Gubernur menilai perbaikan di lokasi semula sulit dilakukan karena kondisi geografis yang berisiko. Di sisi kiri ruas jalan terdapat jurang yang curam, sementara sisi kanan berupa perbukitan terjal.

Selengkapnya di link https://www.harianhaluan.id/baca/150479/rusak-karena-longsor-tiga-ruas-jalan-provinsi-di-pasbar-dialihkan/
  • PASAMAN,HARIANHALUAN.ID — Kasus penganiayaan terhadap seorang lansia bernama Saudah (67) di Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, mulai menemui titik terang. Tersangka berinisial IS (26) akhirnya angkat bicara dan mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang dilakukannya.

Dalam keterangannya kepada awak media, IS mengaku sangat menyesali perbuatannya dan menyebut tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi emosi yang memuncak. Ia menegaskan bahwa penganiayaan itu dilakukan seorang diri, bukan secara berkelompok seperti isu yang sempat berkembang di masyarakat.

IS juga mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Menurutnya, konflik yang terjadi dipicu persoalan sengketa tanah keluarga yang telah berlangsung lama, disertai hubungan yang tidak harmonis antara dirinya dan Nenek Saudah.

Selengkapnya di link https://www.harianhaluan.id/baca/150458/pengakuan-tersangka-ungkap-motif-penganiayaan-nenek-saudah-di-lubuk-aro/

Follow Us

  • Indeks Berita
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

HarianHaluan.id © 2026

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA

HarianHaluan.id © 2026